Konten Media Partner

Gerhana Bulan Sebagian Terjadi 19 November 2021, Bisakah Dilihat di Aceh?

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fenomena Bulan Biru atau Blue Moon di langit Aceh pada Sabtu (31/10/2020) malam. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Fenomena Bulan Biru atau Blue Moon di langit Aceh pada Sabtu (31/10/2020) malam. Foto: Suparta/acehkini

Fenomena alam langka gerhana bulan sebagian (parsial) terlama abad ini akan terjadi pada 19 November 2021. Menurut Ahli Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Alfirdaus Putra, masyarakat Aceh tidak dapat menyaksikan gerhana bulan sebagian nanti.

"Meski bumi akan mengalami gerhana bulan terlama abad ke-21 pada 19 November 2021 nanti, masyarakat Aceh tidak dapat menyaksikannya," ujar Alfirdaus Putra, Kepala Seksi Kemasjidan dan Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Aceh, lewat keterangan tertulis, Senin (15/11).

Ia menjelaskan, hal itu disebabkan saat gerhana terjadi, matahari belum terbenam dan bulan belum terbit di ufuk timur. Gerhana bulan terjadi saat bulan, bumi dan matahari berada pada bidang ekliptika yang sama dan permukaan bulan tertutupi dengan bayangan bumi.

Ahli Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, (berpeci) saat mengamati gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019 lalu. Foto: Husaini Ende/acehkini

Alfirdaus mengatakan, gerhana bulan tersebut akan terjadi mulai siang hari pukul 14.19 WIB. Sedangkan puncak gerhana terjadi pukul 16.03 WIB dan akhir fase gerhana pukul 17.47 WIB, sehingga durasi total gerhana selama 3 jam dan 28 menit.

"Bagi wilayah Aceh, semua fase utama gerhana tersebut terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbit di timur, sehingga tidak dapat disaksikan," jelasnya.

Meski demikian, kata Alfirdaus, fase gerhana baru benar-benar berakhir pada pukul 19.04 WIB.

"Fase penumbra akhir adalah saat di mana bulan masih terkena bayangan samar atau bayangan luar dari sebuah proses gerhana. Fase ini adalah fase yang sulit disaksikan dengan mata telanjang karena tidak tampak perbedaannya dengan bulan purnama biasanya. Hanya lebih redup sedikit," ujarnya.

Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh saat memantau gerhana bulan penumbra pada Sabtu (6/6/2020) dini hari. Foto: Husaini Ende/acehkini

Ia menyebut, bila ditambahkan dengan fase penumbra, maka durasi total gerhana bulan sebagian pada 19 November 2021, mencapai 8 jam dan 1 menit.

Kemenag Aceh Tak Adakan Pengamatan Gerhana Bulan

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Dr Iqbal, menyampaikan bahwa Kanwil Kemenag Aceh tidak mengeluarkan edaran imbauan salat khusuf (gerhana bulan), dan tidak mengadakan pengamatan gerhana bulan seperti pada gerhana yang terjadi 26 Mei 2021 lalu.

"Karena gerhananya tidak dapat disaksikan, maka tidak ada sunnah salat khusuf bagi masyarakat Aceh pada hari tersebut. Hanya penduduk di wilayah Amerika Utara sampai Amerika Selatan, Australia, sebagian wilayah Indonesia bagian Timur dan wilayah Asia Timur lainnya yang dapat menyaksikannya," kata Iqbal.

kumparan post embed