Konten Media Partner

Gubernur Aceh Disuntik Dosis Kedua Vaksin Corona Sinovac: Baik-baik Saja

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Aceh Nova Iriansyah diperiksa sebelum disuntik vaksin corona Sinovac dosis kedua di RSUDZA Banda Aceh, Jumat (29/1). Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Aceh Nova Iriansyah diperiksa sebelum disuntik vaksin corona Sinovac dosis kedua di RSUDZA Banda Aceh, Jumat (29/1). Foto: Suparta/acehkini

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah menjalani vaksinasi corona produksi Sinovac dosis kedua pada Jumat (29/1). Ia mengaku bahwa dirinya merasa baik-baik saja. Bahkan ia juga tidak merasakan efek negatif apapun sejak menerima suntikan dosis pertama pada Jumat (15/1) lalu.

Nova Iriansyah menjalani penyuntikan vaksin COVID-19 dosis kedua di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, bersama sejumlah jajaran pejabat Forkopimda Aceh. Terdiri dari Pangdam Iskandar Muda, Wakapolda Aceh, Sekda Aceh, Anggota DPRA, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan sejumlah pejabat SKPA lainnya.

Usai menjalani vaksinasi dosis kedua vaksin corona Sinovac, Nova didampingi unsur Forkopimda Aceh memberikan keterangan pers kepada awak media di RSUDZA Banda Aceh. Gubernur Aceh menyatakan dirinya merasa baik-baik saja usai menerima suntikan dosis kedua vaksin COVID-19. Begitu juga para pejabat lain yang ikut disuntik pada pekan lalu, juga sama sekali tidak merasakan efek buruk.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersiap menjalani vaksinasi corona Sinovac dosis kedua di RSUDZA Banda Aceh, Jumat (29/1). Foto: Suparta/acehkini

Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak termakan informasi yang keliru terkait dampak pasca-vaksinasi. "Kami yang sudah divaksin ini tidak ada efek sama sekali. Kalau ada berita-berita miring soal vaksinasi ini langsung dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan, ke IDI, bahwa informasi yang benar itu seperti apa," ujar Nova.

Ia juga menjelaskan kembali bahwa penggunaan vaksin corona produksi Sinovac telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Nova berharap pada gilirannya seluruh masyarakat akan bersedia divaksin sebagai ikhtiar bersama melawan pandemi COVID-19.

Menurutnya, vaksinasi COVID-19 dilakukan untuk membentuk antibodi yang membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut. Jika program vaksinasi sukses, dirinya optimis pandemi COVID-19 dapat dikendalikan.

Secara umum, Dinkes Aceh menyebut pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 di Aceh menyasar 3,7 juta jiwa warga terhitung mulai 15 Januari 2021 lalu. Sementara untuk tahap awal ini, vaksinasi dikhususkan bagi para tenaga kesehatan dan beberapa pejabat utama pemerintahan.

Sekda Aceh Taqwallah menjalani vaksinasi corona Sinovac dosis kedua di RSUDZA Banda Aceh, Jumat (29/1). Foto: Suparta/acehkini
kumparan post embed