Hadapi Lonjakan COVID-19, Aceh Tambah 2 Laboratorium Uji Swab

Menghadapi kasus COVID-19 yang terus melonjak di Aceh, Pemerintah Aceh menambah dua laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memperlancar uji swab. Laboratorium itu masing-masing akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Aceh.
Jika dua laboratorium ini telah beroperasi, Aceh telah memiliki 4 laboratorium untuk uji swab pasien COVID-19. Sebelumnya pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Infeksi Universitas Syiah Kuala, dan Laboratorium Balitbangkes Aceh.
“Empat laboratorium ini mampu memeriksa sebanyak 2.000 sampel tiap harinya,” jelas Kelapa Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, Sabtu (5/9/2020).
Dua unit laboratorium PCR yang berbentuk kontainer tersebut saat ini telah tiba di Banda Aceh, diparkir di RSUDZA. Kedua mobil sedang disempurnakan para pekerja pada bagian dalam mobil.
Menurut Hanif, kedua mobil tersebut adalah milik Pemerintah Aceh. "Fungsi mobil yang ditempatkan di Labkesda, untuk menangani pengujian sampel swab masyarakat umum wilayah Aceh. Jadi semua dari kabupaten/kota nanti bisa masuk ke sini. Sedangkan yang di RSUDZA itu untuk keperluan rumah sakit," ujarnya.
Lebih lanjut, Hanif menjelaskan, kapasitas mobil tersebut masing-masing mampu menguji swab sebanyak 750 sampel per hari. "Kalau dua mobil akan mampu menguji 1.500 sampel per hari. Itu kalau petugasnya bekerja siang-malam. Tapi kalau kita bekerja jam normal, mungkin kapasitas hariannya masing-masing mampu menguji 500 sampel," katanya.
Kedua mobil tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pekan depan setelah seluruh peralatan laboratoriumnya tiba. Peralatan dikirim terpisah menggunakan pesawat terbang dan dijadwalkan tiba pekan depan.
"Insyaallah alatnya sampai minggu depan. Dan setelah alatnya sampai tidak ada lagi persoalan keterbatasan lab (untuk uji swab)," kata Hanief.
Saat ini, dua laboratorium pengujian sampel COVID-19 yang ada di Aceh, yaitu Laboratorium Balitbangkes dan Laboratorium Unsyiah, hanya mampu melakukan pengujian masing-masing 300 sampel per hari. []
