Konten Media Partner

IDI Subulussalam, Aceh, Ancam Laporkan Pengintimidasi Tenaga Kesehatan

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tenaga medis dengan pakaian hazmat. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tenaga medis dengan pakaian hazmat. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Beredarnya ujaran kebencian dan intimidasi terkait penanganan COVID-19 di akun media sosial kepada tenaga kesehatan di Kota Subulussalam, Aceh, membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Subulussalam mempertimbangkan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Hujatan yang mengandung intimidasi ini tidak hanya mengarah kepada dr Risdianty Saragih, salah seorang dokter spesialis yang bertugas di RSUD Kota Subulussalam. Ancaman juga diterima oleh beberapa tenaga medis lainnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Subulussalam, dr Armansyah, mengatakam pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti intimidasi tersebut, dan secara tegas akan menempuh jalur hukum jika komentar yang mengarah ke intimidasi ini berlanjut.

"Sudah ada bukti buktinya, namun saat ini tim IDI sedang mengumpulkan bukti lainnya agar lebih jelas, jika hal ini terus berlanjut kita akan membuat laporan ke Polres Subulussalam," sebutnya kepada acehkini, Minggu (16/8).

kumparan post embed

dr Armansyah memastikan kondisi dr Risdianty Saragih hingga saat ini, masih dalam keadaan aman setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Subulussalam. "Tadi saya juga dihubungi oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam terkait masalah ini. Keluhan saya akan diteruskan kepada Kapolres. Intinya, Pemerintah Kota dan Polres terus mendukung dan selalu memberikan keamanan," terangnya.

Arman ikut mengimbau kepada masyarakat, selalu ikuti protokol kesehatan, selalu jujur tentang keluhan dan riwayat perjalanan, tidak perlu merasa takut atau malu ini karena COVID-19 bukan aib. “Jangan menolak dan melakukan intimidasi kepada tenaga medis. Kami bekerja berdasarkan keilmuan, prosedur dan kode etik yang ada," tutupnya.

Ketua IDI Subulussalam, dr Armansyah.

Polisi Jamin Keamanan Tenaga Medis

Kapolres Kota Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono, mengingatkan kepada warga agar tidak terpancing dengan ujaran yang menyesatkan. Apalagi lanjut Qori, ujaran tidak menyenangkan dapat mengarah ke tindak pidana, jika turut dibagikan tanpa disaring terlebih dahulu kebenarannya.

"Kita harapkan masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial, jangan sampai apa yang dianggap benar justru menyeretnya ke ranah pidana," tegasnya.

Hingga saat ini, pihak Polres Subulussalam memastikan keamanan seluruh tenaga kesehatan di kota wilayah tersebut. Bahkan di beberapa titik yang dianggap rawan, sudah ditempatkan personel polisi.

"Kami aparat keamanan menjamin keamanan dari seluruh tenaga medis di Subulussalam. Tempat yang dirasa rawan sudah ditempatkan personel, di-back up oleh Kompi Brimob Subulussalam dan TNI dari Kodim 0118," tutupnya. [] Yudiansyah