Konten Media Partner

Jalur Darat Aceh-Sumut Masih Lumpuh karena Banjir di Tamiang

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan terjebak macet di perbatasan Aceh dan Sumut, kawasan Aceh Tamiang, Kamis (3/11). Foto: Edo untuk acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan terjebak macet di perbatasan Aceh dan Sumut, kawasan Aceh Tamiang, Kamis (3/11). Foto: Edo untuk acehkini

Jalur darat penghubung utama Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) masih lumpuh karena jalan tertutup banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Ahad lalu. Hingga Sabtu (5/11), ketinggian banjir berkisar 1-2 meter.

"Lalu lintas masih belum bisa dilewati, Medan-Banda Aceh masih terhenti," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, kepada acehkini, Sabtu (5/11).

Menurut Devi, banjir merendam badan jalan dengan ketinggian satu meter berada di empat titik. Lokasinya di Kecamatan Karang Baru, Kuala Simpang, dan Kejuruan Muda.

Kemacetan panjang tak terhindarkan. Dalam sejumlah video di media sosial, penumpang bus hingga sopir truk mengeluhkan kekurangan makanan karena terjebak di tengah kemacetan yang mencapai lebih dari 5 kilometer.

Devi menuturkan pemerintah telah membuka posko dapur umum di GOR Aceh Tamiang untuk pengguna jalan tersebut. "Namun karena mereka di tengah-tengah, tetap menerobos, jadi kita juga kesusahan untuk memberi suplai ininya (bantuan)," ujarnya.

kumparan post embed

Tim tanggap bencana, menurut Devi, tadi malam membicarakan dengan bupati tentang pasokan bantuan ke pengguna jalan yang terjebak macet. "Mudah-mudahan hari ini ada solusi," tuturnya.

Selain itu, banjir juga mengisolasikan 44 desa di Aceh Tamiang. Bantuan ke sana selama ini dikirim dengan perahu. Tapi di daerah hulu sungai, akses via perahu bahaya karena melawan arus.

"Hari ini kalau cuaca bagus rencananya dibantu dengan helikopter," kata Devi.

Wilayah hulu sungai itu Kecamatan Tenggulun, Bandar Pusaka, dan Tamiang Hulu.

Adapun persebaran 44 desa terisolasi itu 13 desa di Bandar Pusaka, 1 di Tamiang Hulu, 10 di Sekerak, 9 di Kejuruan Muda, 8 di Bendahara, 1 di Rantau, dan 2 di Banda Mulia.

Banjir Aceh Tamiang melanda 125 desa di seluruh kecamatan menyusul hujan deras sejak Ahad lalu. Air sungai meluap ke permukiman penduduk dengan ketinggian 1 hingga 2 meter. Sedikitnya 7.103 keluarga mengungsi di 190 titik.

kumparan post embed