Jokowi Minta Aceh Selesaikan Masalah Kemiskinan dengan Program Unggulan

Presiden Joko Widodo mengkritik tingginya angka kemiskinan di Aceh, sekitar 15 persen dan menempatkan Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019.
"Jadi saya titip kepada gubernur dan bupati/wali kota agar penggunaan APBD (APBA/APBK) harus fokus dan tepat sasaran. Dan saya sampaikan, angka kemiskinan 15 persen itu besar. Selesaikan dulu masalah itu dengan desain program-program unggulan," kata Jokowi saat menghadiri Kenduri Kebangsaan di Yayasan Sekolah Sukma Bangsa, Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2).
Menurutnya, angka kemiskinan tersebut dapat diselesaikan dengan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh secara tepat sasaran. Tahun ini, Otsus Aceh bernilai sebesar Rp 8 triliun, sementara APBA sebesar Rp 9 triliun. Sehingga total dana APBA adalah Rp 17 triliun untuk tahun 2020 ini.
"Ini besar, belum lagi ditambah dengan APBD di kabupaten/kota,” kata Jokowi.
Presiden Jokowi meminta semua pemangku kepentingan di Aceh mengelola anggaran tersebut dengan baik dan tepat sasaran. Ia yakin, jika anggaran tersebut dikelola dengan baik, maka persoalan ekonomi di Aceh dapat diselesaikan.
Menurutnya, pemerintah pusat sangat komitmen melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia dan Aceh, seperti pembangunan jalan tol. Selanjutnya juga investasi.
"Semua negara sekarang berebut investasi. Karena semakin banyak arus modal yang masuk, Insya Allah dipastikan pertumbuhan ekonominya akan lebih baik," kata Jokowi.
Berkaitan dengan Aceh, Jokowi berkomitmen untuk mendorong agar investasi dapat masuk ke daerah di ujung Sumatera itu. Saat ini pemerintah ikut membantu agar investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) dapat mengalir ke Aceh.
"Saya sudah meminta Pak Menteri untuk menyiapkan tim agar segera berangkat bersama tim Pemerintah Aceh di awal Maret (2020) untuk menjumpai langsung dengan Syekh Muhammad Bin Zaid (investor UEA)," tutur Jokowi. []
