Kapal Berisi 72 Pengungsi Rohingya Masih Terikat di Rumpon Laut Bireuen, Aceh
ยทwaktu baca 2 menit

Satu kapal kayu berisi sekitar 72 pengungsi Rohingya--perempuan, anak, dan laki-laki-- masih terombang-ambing di perairan sekitar 70 mil dari daratan Kabupaten Bireuen, Aceh. Kapal itu hingga Senin (27/12) siang masih diikat di rumpon nelayan setempat.
"Sampai hari ini masih di rumpon. Nelayan Aceh memberi makanan dan minuman," kata Badruddin Yunus, Panglima Laot Bireuen, kepada acehkini, Senin siang.
Informasi diterima Badruddin, kapal pengungsi Rohingya itu dalam kondisi rusak mesin. Nelayan kemudian berinisiatif mengikat kapal itu di rumpon agar tak terseret arus laut. Nelayan menyuplai makanan dan minuman ke mereka.
Terkait dengan rencana selanjutnya apakah akan menariknya ke darat atau memperbaiki mesin kapal itu, Badruddin mengaku akan berkoordinasi dengan aparat keamanan.
Sementara ini belum diketahui pasti bagaimana kondisi sekitar 72 pengungsi itu. "Tidak tahu apakah ada yang sakit karena kami tidak bisa naik ke kapal mereka," ujar Badruddin.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Winardy, belum menjelaskan upaya yang diambil polisi mengenai kapal Rohingya itu. "Masih dikoordinasikan," katanya kepada acehkini, Senin.
Kapal pengungsi Rohingya itu awalnya terpantau nelayan Bireuen pukul 11 siang Ahad (26/12). Jaraknya sekitar 70 mil dari daratan antara Peulimbang dan Peudada, Kabupaten Bireuen. Nelayan langsung melaporkan ke aparat keamanan begitu melihat kapal Rohingya.
