Konten Media Partner

Kapal Rohingya di Laut Bireuen Berisi 72 Orang Termasuk Perempuan dan Anak

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal pengungsi Rohingya yang terombang-ambing karena rusak mesin di laut Bireuen, Aceh, Ahad (26/12), berisi sekitar 72 orang, termasuk perempuan, anak, dan laki-laki. Foto: Dok. Panglima Laot
zoom-in-whitePerbesar
Kapal pengungsi Rohingya yang terombang-ambing karena rusak mesin di laut Bireuen, Aceh, Ahad (26/12), berisi sekitar 72 orang, termasuk perempuan, anak, dan laki-laki. Foto: Dok. Panglima Laot

Satu kapal pengungsi Rohingya yang terombang-ambing karena rusak mesin di laut Kabupaten Bireuen, Aceh, Ahad (26/12), berisi sekitar 72 orang, termasuk perempuan, anak, dan laki-laki. Kapal itu kini diikat di rumpon milik nelayan di tengah laut.

"Jumlahnya sekitar 72 orang. Kondisinya sehat semua. Jumlah itu belum tentu pasti, secara isyarat disampaikan begitu," kata Badruddin Yunus, Panglima Laot Bireuen, kepada acehkini Ahad malam.

Nelayan berkomunikasi dengan pengungsi Rohingya memakai gerakan tangan. Nelayan sudah memasok makanan dan minuman ke mereka. Sampai pukul 23.45 WIB, nelayan Bireuen masih mengawal kapal Rohingya itu.

video youtube embed

"Adat nelayan Aceh wajib membantu orang yang terapung di laut, itu hukum adat laut Aceh. Kami sudah membantu memasok beras dan air ke kapal itu. Posisinya masih di laut belum mendarat," ujar Badruddin.

Apakah nelayan berencana menarik kapal itu ke darat? "Soal itu kami serahkan ke aparat keamanan. Nelayan masih di kawasan itu," tuturnya.

Kapal Rohingya itu awalnya terpantau nelayan Bireuen pukul 11 siang Ahad (26/12). Jaraknya sekitar 70 mil dari daratan antara Peulimbang dan Peudada, Kabupaten Bireuen. Nelayan langsung melaporkan ke aparat keamanan begitu melihat kapal Rohingya itu.

kumparan post embed