Konten Media Partner

Kapolda Aceh Minta Masyarakat Segera Vaksinasi dan Waspadai Varian Omicron

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar memimpin apel di lapangan Mapolda Aceh, Kamis (2/12). Foto: Dok. Polda Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar memimpin apel di lapangan Mapolda Aceh, Kamis (2/12). Foto: Dok. Polda Aceh

Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Inspektur Jenderal Ahmad Haydar, meminta seluruh masyarakat di Aceh yang memenuhi persyaratan untuk segera melaksanakan vaksinasi COVID-19 baik dosis I maupun dosis II, agar target capaian 70 persen pada akhir Desember 2021 bisa terpenuhi.

Imbauan itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar melalui Kabid Humas Kombes Pol Winardy, Senin (20/12). Winardy menjelaskan, saat ini capaian vaksinasi Polda Aceh baru mencapai 48,03 persen atau 1.935.277 orang untuk dosis I, dan 24,86 persen atau 1.001.424 orang untuk dosis II.

Menurut Winardy, capaian tersebut masih jauh dari target yang ingin dicapai pada akhir tahun 2021, yaitu sebesar 70 persen.

"Capaian kita saat ini masih 48,03 persen dari target 70 persen pada akhir Desember tahun ini. Oleh karena itu kami harapkan masyarakat segera melaksanakan vaksin di gerai-gerai terdekat," ujar Kabid Humas Polda Aceh lewat keterangan tertulis, Senin.

Seorang warga Aceh menerima suntikan vaksin COVID-19 di Banda Aceh Convention Hall, Desember 2021. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Ia menjelaskan, selama ini Polda Aceh bersama Polres jajaran terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan dan mengejar target capaian vaksinasi COVID-19.

Bahkan, kata Winardy, ada beberapa Polres yang tetap menggelar vaksinasi pada saat malam hari seperti yang dilaksanakan oleh Polres Lhoksumawe, Aceh Utara, Bener Meriah, Langsa, Pidie, Aceh Selatan, Tamiang, dan Polres Aceh Barat.

Ia menyampaikan, karena upaya itu, capaian harian vaksinasi terus mengalami peningkatan. Seperti pada Sabtu, 18 Desember 2021, capaian vaksinasi mencapai 41.708. Kemudian pada Minggu, 19 Desember 2021, capaian vaksinasi mencapai 35.556. Menurutnya, jumlah tersebut melebihi target yang dibuat oleh Polda Aceh, yaitu 34.200 orang.

kumparan post embed

"Di jajaran, vaksinasi sampai dilakukan pada malam hari. Ini semata-mata untuk terus meningkatkan capaian vaksin agar herd immunity segera tercipta. Alhamdulillah membuahkan hasil," sebutnya.

Namun, sambung Winardy, secara menyeluruh dari total 4.028.891 masyarakat yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 di Aceh, baru 1.893.641 yang melaksanakannya. Artinya, masih ada 2.135.250 yang belum melakukan vaksinasi.

"Kalau dikalkulasi secara keseluruhan, capaian kita masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat yang belum vaksin agar segera melakukannya," kata Winardy.

Mabes Polri dan Polda Aceh Sebar 130 Vaksinator

Untuk mendukung kegiatan vaksinasi COVID-19 yang dilakukan oleh jajaran, Mabes Polri dan Polda Aceh mengirimkan 130 tenaga kesehatan (Nakes) berstatus BKO untuk menjadi vaksinator ke jajaran.

"Polda Aceh sangat serius dalam hal target capaian akhir Desember harus tembus 70 persen. Ini jadi tolak ukur herd immunity dan antisipasi COVID-19 varian baru Omicron," sebut Winardy.

Masyarakat Diminta Waspadai Varian Baru Omicron

Winardy juga mengingatkan seluruh masyarakat Aceh untuk mewaspadai varian baru virus corona Omicron. Temuan kasus pertama COVID-19 dengan varian Omicron tersebut sebagaimana diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis (16/12) lalu.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy. Foto: Suparta/acehkini

"Bapak Menkes sudah mengumumkan tentang deteksi varian Omicron. Kita patut mewaspadai itu, karena penularannya lebih cepat dari varian Delta. COVID-19 varian Omicron ini juga tanpa gejala, masih sehat, tak ada demam, dan tidak ada batuk-batuk. Kalau tidak vaksin berpeluang menyebabkan kematian,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Winardy, salah satu upaya untuk menangkal COVID-19 terlebih varian Omicron adalah dengan vaksinasi. Setidaknya apabila terpapar efeknya tidak terlalu parah.

"Intinya, vaksin adalah ikhtiar nyata kita dalam menangkal dan meminimalisir efek dari paparan COVID-19, terlebih varian baru Omicron," demikian Winardy.

kumparan post embed