News
·
20 April 2021 20:10

Kepala BNPB Doni Monardo Resmikan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Aceh

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Kepala BNPB Doni Monardo Resmikan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Aceh (113051)
Kepala BNPD Doni Monardo meresmikan rumah sakit lapangan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Aceh, Selasa (20/4). Foto: Humas Setda Aceh
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Doni Monardo meresmikan rumah sakit lapangan, pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Aceh, Selasa (20/4).
ADVERTISEMENT
Meski telah diresmikan, namun Doni berharap rumah sakit tersebut tidak digunakan. "Kalau digunakan pun jumlah pasien jangan banyak. Karenanya butuh kerja sana seluruh komponen agar ada upaya pencegahan. Itu adalah solusi terbaik," sebutnya dalam keterangan tertulis dari Humas Setda Aceh.
Kepala BNPB itu mengatakan, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar pihaknya bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR, untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah harus memadai. Arahan itu disampaikan presiden begitu melihat terjadinya lonjakan kasus COVID-19.
"Adapun daerah yang perlu penambahan RS, kami akan memberikan dukungan," kata Doni.
Kepala BNPB Doni Monardo Resmikan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Aceh (113052)
Rumah sakit lapangan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Aceh. Foto: Humas Setda Aceh
Ia menyebut, Aceh termasuk salah satu daerah yang dilakukan penambahan rumah sakit lapangan. Berkat kerja sama lintas pihak, pembangunan RS tersebut selesai dalam tempo 45 hari atau lima minggu.
ADVERTISEMENT
“Sebuah kinerja yang profesional dan sangat luar biasa. Alhamdulilah pada Maret lalu rumah sakit ini sudah bisa dimanfaatkan,” kata Doni.
Saat peresmian rumah sakit tersebut, Doni berpesan agar pemerintah provinsi hingga ke tingkat pemerintahan gampong agar menaati PPKM Mikro yang telah diterapkan. Seluruh komponen masyarakat harus dilibatkan untuk menghalau penularan virus corona.
“Ingatkan selalu, tidak boleh kendor. Jangan lengah, COVID-19 belum berakhir. Belum ada pakar yang menjamin kapan berakhir,” kata Doni seraya juga mengingatkan masyarakat agar menaati arahan presiden agar masyarakat tidak melakukan mudik jelang lebaran.
Kepala BNPB Doni Monardo Resmikan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Aceh (113053)
Rumah sakit lapangan, pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) sebagai rumah sakit rujukan corona di Aceh. Foto: Dok. Humas Setda Aceh
Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan bahwa saat kasus COVID-19 di Aceh meningkat pada September lalu, adalah momen di mana rumah sakit di Aceh kewalahan menghadapi lonjakan pasien, terutama di RSUD dr Zainoel Abidin. Banyak pasien dari kabupaten dan kota dirujuk ke rumah sakit tersebut.
ADVERTISEMENT
“Kondisi ini yang mendorong kami mengajukan permohonan kepada BNPB guna mendukung keberadaan RSUD dr Zainoel Abidin sebagai rumah sakit rujukan COVID-19,” kata Nova.
Ia menambahkan, kemudian permohonan tersebut disetujui pemerintah pusat sehingga pada awal November 2020 proyek pengembangan dilakukan di kompleks lama RSUD dr. Zainoel Abidin hingga pembangunannya selesai Desember lalu.
“Kami sangat bersyukur, sebab pengembangan ini telah menambah ruang observant dan ruang isolasi, sehingga dapat terhindar dari kondisi kesulitan ruang dan tempat dalam menangani pasien,” kata Nova.
Selain RSUDZA, rumah sakit di Aceh yang telah ditetapkan sebagai RS rujukan corona adalah RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe. Nova berharap BNPB juga mendukung pengembangan rumah sakit tersebut agar penanganan COVID-19 di pesisir timur Aceh berjalan optimal, sehingga tidak semua pasien harus dirujuk ke RSUD dr Zainoel Abidin.
ADVERTISEMENT
Nova menambahkan, dengan hadirnya dua rumah sakit rujukan tersebut, ditambah dengan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan, serta suksesnya progam vaksinasi yang sedang dilakukan, ancaman COVID-19 di Aceh akan dapat segera diatasi.
Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR, Boby Ali Azhari, menyampaikan bahwa Kementerian PUPR telah mendukung penyediaan rumah sakit COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum di Aceh, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan RS di Kepri, UGM Yogyakarta, Lamongan, Bangka Belitung dan Manado. Saat ini pihaknya juga tengah membangun di Malang dan Sumatera Barat.
Boby berterima kasih atas bantuan semua pihak rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Aceh dapat selesai dibangun. Pihaknya yakin dengan beroperasi rumah sakit tersebut, upaya pengendalian COVID-19 di Aceh akan dapat berjalan lebih baik.
ADVERTISEMENT
"Banyak pihak yang membantu dalam pembangunan rumah sakit ini. Dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan konsultan tentunya,” kata Boby.