Konten Media Partner

Kepatuhan Pakai Masker Meningkat di Aceh, Kepatuhan Jaga Jarak Berkurang

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang ibu memakaikan masker untuk anaknya saat masuk sekolah. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Seorang ibu memakaikan masker untuk anaknya saat masuk sekolah. Foto: Suparta/acehkini

Pemerintah Aceh mengklaim tingkat kepatuhan memakai masker untuk pencegahan corona di Aceh meningkat, dari 76,1 persen hasil pemantauan seminggu lalu, menjadi 82,5 persen dalam sepekan terakhir. Namun, tingkat kepatuhan jaga jarak dan menghindari kerumunan justru turun dari 82,75 persen menjadi 74,9 persen.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, usai mendapat hasil analisis data monitoring perubahan perilaku oleh TNI, Polri, dan Duta Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Nasional memonitor tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (Protkes) secara real-time, dengan melibatkan TNI, dan Polri. Kemudian, hasil analisisnya dilaporkan secara mingguan,” kata SAG kepada media, Kamis (4/2/2021).

kumparan post embed

Ia menjelaskan, berdasarkan perbandingan hasil monitoring perubahan perilaku periode 17 - 24 Januari vs 25-31 Januari 2021, ternyata masyarakat Kabupaten Aceh Selatan paling patuh memakai masker. Sedangkan masyarakat Aceh Tengah paling patuh menjaga jarak dan menghindari kerumunan, untuk pencegahan penularan virus corona.

Persentase pemakaian Masker di Aceh Selatan mencapai 97,8 persen pada minggu ketiga Januari 2021, dan 97,1 persen pada minggu keempat Januari 2021. Sementara tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan di kalangan masyarakat Aceh Tengah 93,5 persen pada minggu ketiga Januari 2021, dan menjadi 93 persen seminggu terakhir.

Sebaliknya, di Kabupaten Simeulue dan Kota Subulussalam. Tingkat pemakaian masker di Simeulue sepekan yang lalu 51,1 persen, dan turun lagi menjadi 48,5 persen dalam sepekan terakhir. Sementara tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan sepekan yang lalu di Kota Subulussalam sekitar 63,7 persen minggu lalu, dan naik menjadi 65,8 persen sepekan terakhir.

SAG menjelaskan, Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Nasional memantau 3,7 juta penduduk Aceh di 670 ribu titik lokasi, pada monitoring 17-24 Januari 2021. Kemudian, selama periode 25-31 Januari 2021, memantau perilaku 3,6 juta orang pada 660 ribu titik. Pemantauan ini mendapat dukungan penuh dari TNI, Polri, dan Duta Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 di pelbagai daerah.

Siswa memakai masker saat mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Foto: Suparta/acehkini

Selanjutnya ia mengatakan, hasil monitoring perilaku protokol kesehatan ini seyogyanya menjadi alat navigasi dalam memperbaiki situasi berbasis data yang representatif. Pencegahan Covid-19 tentu tak cukup dengan tingginya pemakaian masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, di suatu daerah. Perilaku adaptif selama pandemi Covid-19 itu harus diimbangi dengan perilaku mencuci tangan dengan memakai sabun secara disiplin dan konsisten, tambahnya.

“Semakin banyak indikator navigasi yang dapat dipakai sebagai rujukan, kita harapkan akan kian cepat berakhirnya pandemi Covid-19 di Serambi Mekkah ini,” tutur SAG. []