Food & Travel
·
26 Mei 2020 12:24

Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906 (466)
Roof Afza. Foto: Khiththati/acehkini
Di Aceh ada sirup berlambang patung yang sangat identik dengan bulan Ramadhan dan Hari Raya. Minuman berwarna merah kerapa menjadi pengugah selera saat berbuka puasa. Bisa disandingkan dengan beragam menu lain bahkan berkolaborasi dengan bahan lainnya dan menjadi minuman baru yang menyegarkan.
ADVERTISEMENT
Sirup ini juga menghiasi meja-meja rumah di Aceh saat menerima tamu silaturahmi Idul Fitri, menjadi bagian masyarakat Aceh selama puluhan tahun. Hampir setiap warga Aceh mempunyai nostalgia tersendiri dengan sirup ini.
Hal yang sama juga berlaku untuk Rooh Afza, minuman yang populer di Ramadhan dan Lebaran bagi muslim di Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Sirup merah ini sudah bertahun-tahun menjadi teman didapur saat tiba waktu berbuka. Ia disajikan dingin kala suhu yang panas dan sebagai pelepas dahaga.
Saat Ramadhan dan Idul Fitri, acehkini juga melihat Rooh Afza laris di internasional mart atau super market yang menjual barang kebutuhan impor di kawasan Itaewon, Korea Selatan. Pembelinya adalah muslim dari Asia Selatan. Selain sirup ini mereka juga membeli kurma dan bumbu nasi briyani.
Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906 (467)
Rooh Afza (kiri) dengan sejumlah minuman lebaran lainnya di salah satu supermarket di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Foto: Khiththati/acehkini
Beberapa waktu yang lalu acehkini juga melihat Rooh Afza tersaji pada restoran India di Seoul, dan sewaktu berkeliling India tahun 2019 lalu, sirup yang bercampur susu dan es di jual di pinggir jalanan hingga di depan kawasan Masjid Jama Delhi.
ADVERTISEMENT
Sirup ini diramu pada tahun 1906 di Ghaziabad, India. Rooh Afza berarti Penyegar jiwa. Minuman ini mulai dipasarkan di Kawasan Old Delhi atau kawasan Delhi tua yang sekarang berada di seputaran Jama Masjid Delhi. Ide membuat minuman ini muncul dari Hakim Hafiz Abdul Majeed pada musim panas tahun 1906. Hakim adalah sebutan untuk dokter herbal.
Musim panas di India memang menyengat, apalagi beberapa kawasan yang memilki wilayah di sekitar gurun. Beberapa bulan seperti Mei, Juni, Juli hingga Agustus menjadi yang terpanas. Banyak orang yang juga mengalami sakit kepala yang parah karena itu. Abdul Majeed kemudian membuat campuran herbal yang dapat membantu orang-orang melewati musim panas dengan tenang.
Abdul Majeed memilih beberapa ramuan untuk membuat sirup dari resep tradisional Unani dengan tujuan membuat minuman yang dapat membantu melawan heat stroke karena panas, sebagai minuman yang mencegah dehidrasi dan masalah pencernaan di musim panas. Kala itu teknologi tidak secanggih sekarang, tidak banyak rumah yang mempunyai pendingin.
Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906 (468)
Roof Afza yang dijual di India. Foto: Khiththati/acehkini
Masalah yang datang pada musim panas selalu sama dan toko obat selalu dipenuhi dengan orang dengan keluhan yang sama. Hakim Majeed kemudian mencoba meramu obat yang dapat mengatasi masalah ini. Hingga pada akhirnya pada 1906, toko obat Dawakhana mengeluarkan minuman ajaib yang bernama Rooh Afza.
ADVERTISEMENT
Minuman ini menjadi terkenal di Delhi bukan karena khasiatnya namun rasanya yang unik dan enak. Ada sedikit wangi mawar di dalam setiap gelas yang disajikan saat acehkini mencobanya. Rasanya yang enak menjadi pembicaraan dari mulut kemulut dan penjualannya meningkat tajam.
Abdul Majeed tentu tidak menyangka bahwa obat buatannya menjadi sangat populer. Ia tidak menyiapkan untuk penjual dalam jumlah banyak, sehingga harus memikirkan cara lain untuk memenuhi permintaan pasar. Hakim Hafiz Abdul Majeed akhirnya memutuskan menjual obat herbalnya dalam botol wine yang terkumpul dengan berbagai warna, ukuran dan bentuk namun tetap dengan takaran yang sama 720 ml. Sampai akhirnya nanti obat ini memiliki kemasan sendiri.
Hakim Majeed mulai mendirikan Hamdard yang nantinya dikelola olah anak-anaknya. Sang dokter herbal sangat berkosentrasi memberikan standar terbaik kepada masyarak, Ia tidak sedikitpun menaikan harga barang dagangannya tersebut. Hal ini membuat Rooh Afza semakin dicintai.
ADVERTISEMENT
Pada waktu itu bahkan banyak penyair di Delhi yang membuat puisi tentang minuman ini karena kecintaan mereka. Mirza Noor Ahmad seorang seniman merancang label menuman ini pada tahun 1910. Pengembangan demi penyempuarnaan resep terus dilakukan.
Pada tahun 1940 minuman ini menjadi sangat populer dan menurut beberapa sumber dapat ditemukan di dapur negara anak benua itu. Namun menyusul pemisahan India pada tahun 1947 banyak perpisahan terjadi yang membuat tragedi bagi banyak keluarga termasuk keluarga Abdul Majeed. Beberapa keluarga muslim menjadi pengungsi tinggal jauh dari keluarga mereka, sebagian memutuskan untuk pindah ke daerah Pakistan dan yang lainnya memilih tinggal di India.
Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906 (469)
Penjual Rooh Afza di Delhi, India. Foto: Khiththati/acehkini
Putra sulung Majeed bernama Abdul Hameed, memilih untuk tetap bertahan di India dan putra bungsunya Mohammad Said memilih bermigrasi ke Pakistan pada Januari 1948. Dimulailah produksi dari perusahan Hamdard dari kawasan yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Uniknya resep ini juga ampuh dan disukai di Pakistan. Kala itu Hamdard membuka perusaan baru di kawasan Pakistan timur dan pada saat Bangladesh mendeka pada 1971, Hamdard juga membuka perusahaan baru di bekas Pakistan Timur itu.
Sejak itu sirup ini sudah diproduksi di tiga negara tetangga ini oleh keturunan Abdul Majeed dengan munggunakan resep yang sama, beberapa sirup lainnya juga mencoba memasarkan minuman dengan resep yang sama walaupun tidak sepopuler yang asli.
Ramuan Unani untuk Rooh Afza diyakini merupakan gabungan dari beberapa bahan yang bisa berkhasiat sebagai pendingin dan mencegah ganguan perut seperti mawar, ketumbar, kismis, teratai, lemon, jeruk hingga daun mint dan beberapa bahan herbal lainnya.
Kisah Rooh Afza, Minuman Lebaran di Asia Selatan Sejak 1906 (470)
Membuat campuran minuman Rooh Afza. Foto: Khiththati/acehkini
Saat Ramadhan dan Idul Fitri tiba, minuman ini selalu menemani warga di Asia Selatan. Kini sudah diracik bersama bahan lainnya untuk membuat susu dingin, sharbat, mocktail, es cream, milkshake dan beberapa makanan penutup dingin lainnya seperti falooda dan kue lainnya.
ADVERTISEMENT
Minuman ini biasanya disajikan dengan kurma saat berbuka. Tak heran banyak media di Asia Selatan yang mengaitkan Rooh Afza sebagai minuman favorit saat iftar. Minuman ini sudah menemani iftar, Lebaran dan musim panas selama 114 tahun lamanya. []