KPA: Milad GAM Wajib Dikenang Agar Masyarakat Aceh Tak Lupa Sejarah

Komite Peralihan Aceh (KPA) menyatakan akan memperingati milad ke-44 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember dengan kegiatan zikir, doa bersama, dan santunan anak yatim. Peringatan itu dinilai penting sebagai pengingat bagi masyarakat Aceh agar tak melupakan sejarah
"4 Desember suatu sejarah yang terjadi di Aceh dan wajib (diperingati), tidak bisa dilupakan. Wajib dikenang dan 4 desember ini kita peringati seperti biasa, doa, zikir, dan ziarah," kata Juru Bicara KPA Pusat, Azhari Cagee, kepada acehkini, Kamis (3/12). KPA adalah organisasi tempat bernaung mantan kombatan GAM sesudah perjanjian damai di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.
Seperti diketahui, Gerakan Aceh Merdeka dideklarasikan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro pada 4 Desember 1976 di Gunung Tjokkan, Tiro, Pidie. Gerakan ini mengangkat senjata untuk memisahkan Aceh dari Indonesia. Hampir 29 tahun berperang, GAM kemudian menyepakati perdamaian dengan Republik Indonesia di Helsinki. Kelak, perjanjian damai itu dikenal dengan MoU Helsinki.
Cagee mengatakan instruksi peringatan milad GAM itu disampaikan Ketua KPA Pusat, Muzakkir Manaf atau Mualem kepada anggota KPA di seluruh Aceh. "Acara 4 Desember ya seperti tahun-tahun sebelumnya saja. Itu instruksi Mualem," sebutnya.
Meski sudah 15 tahun perdamaian Aceh, mengapa milad GAM masih diperingati? Cagee menjelaskan tujuan memperingati 4 Desember agar masyarakat Aceh tidak melupakan sejarah. "Karena bertepatan dengan tanggal tersebut, sebuah sejarah di masa lalu pernah terjadi dan tentu membekas kepada masyarakat Aceh bahkan dunia hingga saat ini," ujarnya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Aceh menyatakan akan meningkatkan patroli dan pengawasan lapangan menjelang milad ke-44 Gerakan Aceh Merdeka, 4 Desember. “Polda tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin seperti biasa, tetapi kegiatan rutin itu ditingkatkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Ery Apriyono dalam keterangan tertulis kepada jurnalis, Kamis (3/12).
Ery menjelaskan, peningkatan pengamanan rutin yang dimaksud yaitu patroli dan penjagaan di lokasi titik yang telah ditentukan. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Situasi yang sudah aman dan damai di Aceh ini harus dipertahankan,” katanya. []
