Lion Air Kembali Layani Penerbangan Umrah dari Aceh Langsung ke Madinah
ยทwaktu baca 2 menit

Maskapai Lion Air kembali melayani penerbangan umrah dari Aceh langsung ke Madinah mulai Kamis (12/1/2023). Sebanyak 210 jemaah umrah asal Aceh diberangkatkan dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar, Aceh (BTJ) menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz-Madinah (MED).
Keberangkatan jemaah umrah yang berasal dari sejumlah daerah di Aceh ini merupakan penerbangan perdana setelah berhenti beroperasi akibat pandemi Covid-19. Penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Lion Air tersebut menggunakan pesawat jenis Boeing 737-9.
Seremoni pelepasan 210 jemaah umrah itu dilakukan melalui prosesi peusijuek (tepung tawar) oleh ulama Aceh, Abu Ishak Lamkawe, Wakil Ketua MPU Aceh dan Kakanwil Kemenag Aceh.
Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki diwakili Asisten II Setda Aceh, Mawardi, melepas keberangkatan 210 jemaah umrah asal Aceh menuju Madinah, Arab Saudi. Pemerintah Aceh menyambut baik penerbangan langsung dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (Bandara SIM) tersebut.
"Mudah-mudahan dengan dibukanya penerbangan perdana langsung dari Aceh ke Arab Saudi ini bisa membawa dampak yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi Aceh," kata Mawardi dalam keterangan yang dikutip acehkini, Jumat (13/1).
Menurutnya, penerbangan perdana langsung bagi jemaah umrah merupakan harapan seluruh masyarakat Aceh. Sebelumnya, masyarakat yang hendak beribadah umrah harus terbang dari Bandara Kualanamu di Deli Serdang Sumatera Utara. Jarak tempuh yang jauh tentu membuat biaya yang dibebankan kepada jemaah juga bertambah. .
"Insyaallah, berangkat langsung dari Bandara SIM akan semakin mempermudah urusan para jemaah umrah karena tidak perlu membuang waktu transit yang lama, sehingga dapat fokus pada pelaksanaan ibadah umrah. Hal ini juga membuktikan bahwa Bandara SIM telah siap melayani penerbangan internasional," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Utama Lion Air, Capt. Wamildan Tsani Panjaitan menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak sehingga dengan koordinasi yang baik penerbangan umrah perdana dari Banda Aceh bisa dilaksanakan.
Ia juga menyampaikan sejumlah keunggulan pesawat yang digunakan untuk penerbangan umrah ini. Pesawat ini baru saja menyelesaikan proses sertifikasi pada minggu yang lalu. Selain itu, juga memiliki kabin mewah dan nyaman yang dirancang untuk mampu terbang di atas 10 jam.
"Kami berkomitmen memberi pelayanan dan pengalaman terbaik bagi masyarakat Aceh. Terima kasih telah mempercayai Lion Air untuk melakukan perjalanan umrah," ujar Wamildan.
