Konten Media Partner

Mahasiswa Malaysia Pulang dari Aceh Positif Corona, Tetangga Jalani Isolasi

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tetangga mahasiswa Malaysia di Aceh Besar diperiksa suhu tubuh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tetangga mahasiswa Malaysia di Aceh Besar diperiksa suhu tubuh. Foto: Suparta/acehkini

Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) melaporkan adanya mahasiswa Malaysia yang baru pulang dari Aceh, terjangkit virus corona. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kesehatan di Aceh menyemprot disinfektan di kontrakan mereka, dan memeriksa seluruh tetangga, Senin (20/4/2020). Tetangga mereka selama ini, juga diminta melakukan isolasi mandiri.

Ada tiga warga Malaysia yang baru pulang dari Aceh terjangkit corona saat diperiksa di negaranya. Mereka adalah 2 mahasiswa dan 1 warga lainnya yang berkunjung untuk urusan pribadi.

kumparan post embed

Yulianti, seorang pengelola kontrakan tempat tinggal mahasiswa Malaysia di Blang Krueng, Aceh Besar, menjelaskan, setelah mendengar kabar mahasiswi Malaysia yang baru pulang ke negaranya positif corona, dia langsung menghubungi mereka. Selama ini ada 5 mahasiswi asal Malaysia yang tinggal di rumah kontrakan milik orang tuanya.

“Pengakuan mereka, dari dua orang yang tinggal di sini dan pulang tanggal 16 kemarin, satu positif satu lagi negatif. Yang positif lainnya tidak tinggal di sini,” kata Yulianti.

Menurut Yulianti, pada 16 April 2020, ada 2 mahasiswa Malaysia yang tinggal di tempatnya berangkat subuh untuk pulang ke negaranya. Dari Banda Aceh, mereka terbang dengan pesawat pagi ke Kuala Namu, Sumatera Utara.

“Saat berangkat mereka tidak menunjukkan gejala sakit. Pengakuan mereka pada saya, mereka sempat transit sekitar 4 jam di Medan sebelum diterbangkan ke negaranya,” sebut Yulianti

Rumah kontrakan mereka disemprot disinfektan. Foto: Suparta/acehkini

Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak corona mewabah, selama di Aceh, mahasiswi dari Malaysia ini jarang keluar dari rumah. Mereka hanya keluar untuk belanja kebutuhan pokok untuk kebutuhan sepekan.

Kata dia, sampai kini dirinya masih rutin berkomukasi dengan semua mahasiswi Malaysia yang tinggal di rumannya. “Dari 5 orang yang tinggal di sini, mereka pulang bertahap. Pertama pulang dua orang, di negeranya mereka diisolasi selama 14 hari, kini sudah selesai menjalaninya. Yang kedua berangkat 1 orang, yang ini sedang menjani karantina, sudah masuk minggu kedua. Yang terakhir tanggal 16 kemarin,” terang Yulianti.

Anak tetangga mahasiswa Malaysia diperiksa suhu tubuh. Foto: Suparta/acehkini

Pagi ini, tempat tinggal mereka sudah didatangi petugas medis, selain mendata suhu tubuh, petugas juga mendata tetangga yang kemungkinan memiliki riwayat kontak dengan para mahasiswi dari Malaysia ini. Selain itu petugas juga menyemprot cairan disinfektan di rumah kontrakan mereka.

“Sementara kita minta mereka ini untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, kita awasi. Tentu saat isolasi mereka membutuhkan segala dukungan warga sekitar,” kata dr Astuti Marisa, Kepala Puskesmas Baitussalam, Aceh Besar.

Untuk tahap selanjutnya, kata Astuti, setelah didata mereka direncanakan untuk pemeriksaaan uji swab agar ada kepastian “Sementara kita tidak rapid test, nanti kita laporkan ke dinas, kita sarankan untuk uji swab saja,” tutup Astuti. []