Konten Media Partner

Mau Menikah di Masjid Aceh di Tengah Pandemi COVID-19? Ini aturannya

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengantin perempuan memakai masker. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Pengantin perempuan memakai masker. Foto: Suparta/acehkini

Pernikahan adalah upacara sakral, setiap pasangan hanya menginginkan sekali seumur hidup. Maka dalam kondisi apapun, mereka ingin menggelarnya di tempat-tempat istimewa. Di Aceh, umumnya pernikahan dilakukan di masjid-masjid megah.

Pandemi COVID-19 tak mempengaruhi para calon pengantin untuk melangsungkan pernikahan dengan khidmat di Aceh. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mencatat, dari April-Mei 2020, sebanyak 3,096 calon pengantin telah mendaftar ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk dinikahkan.

Saat ini, masjid-masjid yang menjadi tempat para calon pengantin mengucap janji suci juga kembali melayani para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Masjid Oman Al-Makmur Lampriet, Banda Aceh, salah satunya. Hanya saja, pasangan yang akan melangsungkan pernikahan di masjid ini wajib mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan.

Pasangan menikah di Masjid Oman Al-Makmur, Lampriet, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

acehkini ikut merekam salah satu pernikahan antara Fafrizal dan Maisarah di Masjid Oman, Kamis (4/6).

Menurut Fahrizal, dia bersama pasangannya telah mendaftar untuk menikah sejak dua bulan lalu, baik di masjid maupun di Kantor Urusan Agama. “Bulan puasa (Ramadhan) kemarin, kami dipanggil untuk mengikuti bimbingan nikah di KUA,” jelas pria asal Aceh Timur ini.

Suprayidno, Panitia Pernikahan Masjid Oman Al-Makmur, menjelaskan kini setiap hari di masjid yang dikelolanya melangsungkan 4 kali pernikahan dalam sehari, kecuali hari Jumat yang hanya dua kali.

Pengantin perempuan saat menjalani upacara pernikahan di Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Menurutnya, saat pelaksanaan akad nikah, para pengantin diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kementerian Agama RI, seperti memakai masker, juga menjaga jarak duduk. “Saat acara, hanya 20 tamu yang diizinkan berada dalam masjid, bila lebih, mereka dapat menyaksikan proses ijab kabul melalui monitor yang disediakan,” jelasnya.

Monitor yang disiapkan masjid untuk menyaksikan pernikahan. Foto: Suparta/acehkini

Kata Suprayidno, saat ini sampai dua bulan ke depan telah ada pasangan yang mencatatkan jadwal pernikahan di Masjid Oman tersebut.

Bagaimana suasana pernikahan di sana, yuk lihat foto-foto acehkini berikut:

Pengunjung wajib jaga jarak. Foto: Suparta/acehkini
Suasana pernikahan di Masjid Oman, Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Pasangan Fahrizal dan Maisarah. Foto: Suparta/acehkini
Ijab kabul pernikahan memakai sarung tangan. Foto: Suparta/acehkini
Mahar pernikahan. Foto: Suparta/acehkini
Kartu nikah pasangan. Foto: Suparta/acehkini
Menunjukkan buku nikah. Foto: Suparta/acehkini