Pencarian populer
PUBLISHER STORY
16 Juli 2019 17:58 WIB
1
0

Menjenguk Riuh di Tapal Batas India-Pakistan (1)

Di Wagah Border, tapal batas India dan Pakistan, suasana selalu riuh saban hari. Bukan ketegangan, bukan perang, tapi hanya unjuk kebolehan pasukan dua negara. Suasana upacara bendera yang dikelola menarik kunjungan wisatawan.

Pasukan pengerek bendera India dengan latar riuh pengunjung. Foto: Khiththati/acehkini
Hindustan Zindabat (Panjang Umur India),” teriak seorang laki-laki di kerumunan tribun. Ia berteriak kencang sambil mengepalkan tangan ke udara. “Hindustan Zindabat” sahut yang lain, riuh.
ADVERTISEMENT
Tak lama kemudian di seberang tribun kanan terdengar pekikan suara lain. “Pakistan, Pakistan,” orang-orang bersorak kencang. Beberapa perempuan dan anak-anak berdiri di depan tribun. Segera setelah aba-aba diberikan, mereka berlarian sambil membawa bendera sampai garis batas. Di bangku tribun, penonton lain bertepuk tangan memberi semangat. Beberapa di antaranya berteriak.
Lihat suasananya dalam video berikut:
Video
Pengeras suara dihidupkan. Musik musik bollywood terdengar pada speaker. Keras suaranya. Saat Jai Ho, lagu dari film 'Slumdog Millioner' diperdengarkan, orang-orang bernyanyi bersama. Single India lainnya yang membakar semangat adalah 'Chakde India', dari film yang sama.
Mereka menari dengan semangat dalam terik matahari sore itu. Senyum dan tawa tak lepas dari bibir mereka. Hal ini menarik beberapa turis asing untuk ikutan. Namun hanya yang perempuan diperbolehkan bergabung.
ADVERTISEMENT
“Selamat datang ke Pakistan,” sebuah pesan singkat masuk ke ponsel. Orang-orang terus berdatangan dan duduk di kursi. Beberapa di antaranya menggunakan kursi roda, menuju tribun khusus.
Pasukan BSF perempuan di tapal batas India-Pakistan. Foto: Khiththati/acehkini
Sore di awal Mei 2019, acehkini duduk di deretan VIP bersama puluhan turis mancanegara lainnya. Kami menunggu upacara penurunan bendera di Wagah Border, perbatasan India-Pakistan.
Wagah merupakan sebuah desa yang terletak di antara negara India dan Pakistan. Perbatasan di wilayah ini membelah wilayah Punjab menjadi Kota Amritsar di sebelah India dan Kota Lahore di bagian Pakistan. Walaupun masih ada desa terakhir di sebelah India yang bernama Attari, namun nama Wagah lebih dikenal.
Di desa ini ada jalan besar yang menghubungkan kedua negara. Jalan ini terkenal dengan sebutan ‘Grand Trunk Road’. Garis perbatasan antara dua negara ini ditarik sepanjang 2.900 kilometer. Sebelum dibukanya pintu perbatasan Aman Setu di Kashmir pada tahun 1999, Jalan Grand Trunk merupakan penghubung darat satu-satunya kedua negara.
Area di tapal batas India-Pakistan. Foto: Khiththati/acehkini
Garis batas 'ditarik' terburu-buru pada tahun 1947. Dibuat selama 7 minggu oleh pengacara Inggris, Sir Cyril Radcliffe. Garis pembatas atau radcliffe line, diresmikan sebagai garis demarkasi perbatasan antara India dan Pakistan setelah Pemisahan India-Pakistan pada 17 Agustus 1947.
ADVERTISEMENT
Saat itu, penarikan garis ini menjadi peristiwa perpisahan saudara paling berdarah. Lebih dari 14 juta orang terpaksa bermigrasi meninggalkan kampung halaman mereka. Sekitar 1 jutaan di antaranya terbunuh. Peristiwa ini memicu kerusuhan besar dan permusuhan, rasa ini enggan hilang sampai sekarang. Pantang dipantik.
Pakistan memproklamasikan kemerdekaannya pada 14 Agustus 1947. India menyusul sehari setelahnya. Setelah itu jalan Grand Trunk digunakan sebagai lintas darat kedua negara. Kereta api terakhir berhenti di stasiun Wagah, 100 meter dari perbatasan.
Atraksi anak-anak menjelang upacara penurunan bendera. Foto: Khiththati/acehkini
Upacara yang dikenal sebagai Beating Retreat Ceremony sudah dimulai semenjak tahun 1959, awalnya sebagai langkah menurunkan ketegangan kedua negara. Terus-menerus setiap harinya, dan menarik mata puluhan pengunjung. Belakangan, prosesi ini menjadi daya tarik pariwisata kedua negara. Setiap sore, saat gerbang perbatasan dibuka sejenak, puluhan mata menyaksikannya.
ADVERTISEMENT
Seremoni penurunan bendera ini dilaksanakan bersama-sama oleh Pasukan Keamanan Perbatasan India, Border Security Force (BSF) dan Pasukan Pakistan (Pakistan Ranger). [bersambung]
Reporter: Khiththati
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80