Nasib Pabrik Tahu di Aceh, Kedelai Langka di Tengah Pandemi Corona

Kedelai langka di pasaran Aceh di tengah pandemi corona. Akibatnya hampir dua pekan Munawar (32 tahun), pemilik salah satu pabrik tahu di kawasan Blower, Banda Aceh, terpaksa mengentikan produksi. Dia juga mengistirahatkan 15 karyawannya untuk sementara.
“Pagi ini saya baru dapat empat sak kedelai, ini baru berproduksi lagi. Kemarin-kamarin itu, hampir semua pabrik tahu berhenti berproduksi,” kata Munawar saat ditemui di pabriknya, Sabtu (2/1/2021)
Menurut ayah dua anak ini, karena kelangkaan kedelai, harga tebus di pasar juga mulai naik. Jika sebelumnya Rp 350 ribu persaknya, kini menjadi Rp 500 ribu.
“Tapi, walaupun mampu membeli, stok barang juga gak ada. Oleh pemasok dijatahi secara rata. Saya biasanya menghabiskan paling sedikit 500 kilogram kedelai tiap hari, hari ini cuma dijatahi 200 kilogram,” katanya.
Akibat naiknya harga kedelai, Munawar mengaku, terpaksa harus menaikkan harga jual tahu. Bila sebelumnya Rp 40 ribu per papan, kini menjadi Rp 45 ribu.
Bagaimana potret produksi tahu di pabrik milik Munawar, berikut foto-fotonya:
