Konten Media Partner

Partai Aceh Usul PAW Ketua DPRA dari Dahlan Jamaluddin ke Saiful Bahri

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nurzahri (kiri) menyerahkan surat usulan ke wakil pimpinan DPR Aceh, Dalimi dan Hendra Budian (kanan). Foto: Habil Razali/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Nurzahri (kiri) menyerahkan surat usulan ke wakil pimpinan DPR Aceh, Dalimi dan Hendra Budian (kanan). Foto: Habil Razali/acehkini

Partai Aceh mengusulkan pergantian antarwaktu (PAW) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Dahlan Jamaluddin ke Saiful Bahri alias Pon Yaya. Surat usulan ini diantar pengurus Partai Aceh ke pimpinan DPR Aceh, Senin (14/3) pagi.

Warkat diteken Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf dan Sekretaris Jenderal Partai Aceh Kamaruddin Abubakar tersebut diantar oleh Juru Bicara Partai Aceh Nurzahri sekitar pukul 10.00 WIB. Surat itu diterima Wakil Ketua DPRA Dalimi bersama Hendra Budian.

"Saudara Dahlan Jamaluddin kami mintakan untuk PAW dengan Saiful Bahri alias Pon Yaya," kata Nurzahri, sesuai menyerahkan usulan itu.

Sebagaimana diketahui, Dahlan Jamaluddin menjabat Ketua DPRA sejak anggota DPRA periode 2019-2024 tersebut dilantik pada 2019.

kumparan post embed
Saiful Bahri alias Pon Yaya. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Menurut Nurzahri, usulan pergantian tersebut sudah melalui proses evaluasi oleh tim internal partai berkenaan dengan kinerja anggota DPRA dari Partai Aceh. "Evaluasi kami untuk ketua [DPRA] kami mengharapkan ada penyegaran di tubuh DPRA," tuturnya.

Awalnya, kata Nurzahri, pada 6 Maret 2022 tim evaluasi mengusulkan ke pimpinan partai lima nama anggota DPRA sebagai calon pengganti Dahlan Jamaluddin. Mereka adalah Zulfadli, Tarmizi Panyang, Saiful Bahri, Iskandar Al Farlaky, dan Azhar Abdurrahman.

Setelah nama-nama itu diterima dan dipertimbangkan oleh Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar, menurut Nurzahri, kemudian tersisa dua nama: Zulfadli dan Saiful Bahri.

"Kemudian digelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) kami lakukan pada Jumat malam. Hasilnya kami kembalikan ke pimpinan sehingga dipilih Saiful Bahri," ujar Nurzahri.[]