Konten Media Partner

Pasien Corona Meninggal Tiap Hari, Ulama Aceh: Vaksin & Jaga Prokes Kalau Peduli

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali (baju koko putih) saat memantau vaksinasi bersama Kapolda Aceh dan Pangdam IM di Kompleks Kantor LPMP Desa Niron, Rabu (25/8) siang. Foto: Dok. Polda Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali (baju koko putih) saat memantau vaksinasi bersama Kapolda Aceh dan Pangdam IM di Kompleks Kantor LPMP Desa Niron, Rabu (25/8) siang. Foto: Dok. Polda Aceh

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali alias Lem Faisal mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi dan menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes). Anjuran itu dia katakan untuk menghentikan musibah pandemi corona yang menyebabkan orang meninggal setiap hari.

"Bagaimana rumah sakit di daerah kita yang sedang penuh, masyarakat kita yang setiap hari meninggal dunia, kayaknya tidak akan pernah berakhir. Kalau peduli itu kita harus melaksanakan vaksin dan memperhatikan protokol kesehatan," kata Teungku Faisal, Rabu (25/8).

Hal itu Teungku Faisal katakan ketika memantau pelaksanaan vaksinasi bersama Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Ahmad Haydar dan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal Ahmad Marzuki di Kompleks Kantor LPMP Desa Niron, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, Rabu siang.

Teungku Faisal menuturkan semua usaha harus dilakukan untuk menghentikan pandemi corona. Menurutnya, Allah tidak mencabut apapun yang terjadi di tengah masyarakat kalau mereka tidak berusaha. Salah satu usaha menyetop pandemi adalah menerima suntikan vaksin.

kumparan post embed

"Jangan berharap Allah akan menolong kita tanpa kita berusaha dalam menanggulangi COVID-19," tuturnya.

Dia meyakinkan masyarakat bahwa vaksin jenis Sinovac halal dan suci sebagaimana keputusan Majelis Ulama Indonesia. "Mereka sudah mengaudit ke tempat pembuatannya di Cina dan menghasilkan keputusan hukum yang seperti itu," ujar Teungku Faisal.

MPU Aceh berharap tokoh masyarakat dan ulama mengedukasi masyarakat dengan memberikan penjelasan yang tepat soal vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan. "Karena kalau tidak kita (lakukan) bersama-sama, tentu akan menerima musibah ini bersama-sama," katanya.

Sebagaimana diketahui, jumlah pasien corona meninggal di Aceh mencapai 1.333 per Selasa kemarin. Total kasus positif adalah 30.660 orang. Sebanyak 6.267 orang di antaranya masih dalam perawatan dan 23.060 sembuh.

kumparan post embed