Konten Media Partner

Pasien COVID-19 yang Meninggal di Aceh Bertambah 10, Total 744 Orang

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemulasaran RSUDZA Banda Aceh menurunkan peti jenazah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada 29 September 2020. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemulasaran RSUDZA Banda Aceh menurunkan peti jenazah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada 29 September 2020. Foto: Suparta/acehkini

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona yang meninggal dunia di Aceh bertambah 10 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang meninggal di Aceh menjadi 744 orang.

Sementara itu, kasus positif baru bertambah 63 orang. Kemudian pada Selasa (22/6), pasien yang telah sembuh dari COVID-19 di Aceh dilaporkan bertambah sebanyak 79 orang.

"Korban virus corona terus bertambah di Aceh. Kasus baru positif COVID-19 meningkat lagi dari 47 orang kemarin menjadi 63 orang. Pasien sembuh bertambah 79 orang, dan 10 orang dilaporkan meninggal dunia," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Rabu (23/6) pagi.

Jubir yang akrab disapa SAG itu menyebut, usia korban meninggal dunia yang dilaporkan dalam dua hari terakhir di Aceh antara 47 tahun hingga 80 tahun. "Usia merupakan salah satu faktor pemicu risiko meninggal dunia bagi penderita COVID-19," sebutnya.

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Abdul Hadi/acehkini

Ia mengatakan, 10 kasus meninggal dunia yang baru dilaporkan berusia antara 47 tahun hingga 80 Tahun. Sementara 12 penderita COVID-19 yang meninggal dunia sehari sebelumnya berumur antara 58 tahun hingga 77 tahun.

SAG menjelaskan, hasil analisis kematian pasien COVID-19 oleh Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Nasional akhir tahun lalu menunjukkan makin tua usia penderita COVID-19 kian tinggi risiko meninggal dunia. Pasien berusia 31โ€“45 tahun risiko meninggal dunia sekitar 2,4 kali lipat dibandingkan penderita yang lebih muda.

"Kemudian penderita pada rentang usia 46โ€“59 tahun memiliki risiko meninggal dunias 8,5 kali lebih tinggi. Risiko meninggal dunia kian meningkat bagi penderita di atas 60 tahun, yakni sekitar 19,5 kali lipat," ujarnya.

Selain faktor usia, tambah SAG, risiko kematian COVID-19 juga dipicu oleh penyakit penyerta (komorbid), seperti penyakit ginjal, diabetes militus, dan penyakit jantung.

kumparan post embed

Ia menyebutkan, faktor pemicu risiko meninggal dunia penderita COVID-19 itu patut menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Bagi yang telah memasuki rentang usia 45 tahun ke atas selayaknya lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Begitu juga mereka yang muda namun memiliki orangtua usia risiko tinggi wajib disiplin dengan protokol kesehatan.

"Meski masih muda pun wajib menjalankan protokol kesehatan, selain untuk melindungi diri juga untuk melindungi yang lain dari keganasan virus corona," kata SAG.

Total Kasus Corona Capai 18.434

Lebih lanjut, SAG menyampaikan, kasus kumulatif COVID-19 di Aceh per 22 Juni 2021 telah mencapai 18.434 orang. Pasien yang sudah sembuh sebanyak 13.868 orang, pasien yang sedang dirawat (kasus aktif) 3.822 orang, dan kasus meninggal dunia sudah mencapai 744 orang.

"Pasien COVID-19 yang meninggal dunia bertambah lagi 10 orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 744 orang," tuturnya.

Ia menyebut, 10 penderita COVID-19 yang dilaporkan meninggal tersebut warga Pidie sebanyak enam orang, warga Banda Aceh dua orang, kemudian warga Langsa dan Lhokseumawe masing-masing satu orang.

Sedangkan penderita baru COVID-19 yang dilaporkan pada Selasa (22/6), kata SAG, meliputi warga Banda Aceh 15 orang, Nagan Raya 11 orang, Aceh Barat delapan orang, Pidie tujuh orang, warga Bireuen dan Aceh Besar masing-masing empat orang.

Kemudian warga Lhokseumawe tiga orang, warga Gayo Lues dan Aceh Selatan, sama-sama dua orang. Selanjutnya masing-masing satu orang warga Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, dan warga Aceh Singkil. Sedangkan dua lagi warga luar Aceh.

"Sementara pasien COVID-19 yang dilaporkan sembuh bertambah sebanyak 79 orang, yakni warga Aceh Barat Daya mencapai 24 orang, Pidie Jaya 22 orang, Pidie 20 orang, Aceh Singkil sembilan orang, warga Banda Aceh dua orang, warga Aceh Tamiang dan Sabang masing-masing satu orang," sebut SAG.

kumparan post embed