Pemerintah Aceh Putuskan PORA XIV Tetap Digelar 2022 di Pidie
·waktu baca 3 menit

Pemerintah Aceh memutuskan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tetap digelar tahun 2022 di Kabupaten Pidie. Perhelatan ajang olahraga terbesar di Aceh tersebut akan dilaksanakan pada 10 Desember mendatang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Dedy Yuswadi AP mengatakan, keputusan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Bustami Hamzah saat memimpin rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (20/9) di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kota Banda Aceh.
“Hasil rapat tadi menetapkan bahwa PORA tetap dilaksanakan di Pidie, waktunya pada 10 Desember 2022,” ujar Dedy.
Selain Sekda dan Kadispora Aceh, rapat koordinasi terkait pelaksanaan PORA XIV 2022 antara lain juga diikuti oleh Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto beserta jajaran, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, pimpinan KONI Aceh yang terdiri dari Ketua Harian Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), Sekretaris Umum M Nasir Syamaun, Bendahara Umum Kennedi Husein dan jajaran lainnya, serta Ketua KONI Pidie.
Pada rapat tersebut, Sekda Aceh secara khusus menyampaikan kepada Pj Bupati Pidie untuk sesering mungkin turun langsung ke lapangan, meninjau progres pembangunan venue dan persiapan lainnya, agar pengerjaannya cepat rampung dan dapat difungsikan pada saat pelaksanaan PORA XIV.
“Untuk hal teknis, Sekda juga meminta Pj Bupati Pidie berkoordinasi dengan KONI Aceh dan difasilitasi oleh Dispora Aceh,” kata Dedy menyebutkan arahan Sekda Aceh.
Keputusan penetapan pelaksanaan PORA XVI tetap digelar di Pidie dan tetap di tahun 2022 berdasarkan pertimbangan dari hasil komunikasi Sekda Aceh dengan bupati/wali kota di Aceh peserta PORA XIV.
Salah satu pertimbangannya disebutkan adalah terkait anggaran, di mana berdasarkan informasi yang diperoleh Sekda Aceh, hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh tidak lagi menganggarkan dana mengikuti PORA di tahun 2023, melainkan di tahun anggaran 2022.
“Apalagi rata-rata sistem penganggaran untuk tahun 2023 sudah selesai. Jadi banyak para bupati/wali kota berharap PORA tetap dilaksanakan pada tahun 2022,” kata Dedy.
Jika PORA XVI diundur ke tahun 2023, dikhawatirkan nantinya tidak ada kabupaten/kota yang ikut berpartisipasi karena ketiadaan anggaran. “Atas dasar itulah PORA XVI tetap dilaksanakan di Pidie pada tanggal 10 Desember 2022,” sebutnya.
Terkait teknis pelaksanaan, untuk beberapa cabang olahraga (cabor) yang terkendala dilaksanakan di Pidie, seperti cabor renang dan menembak dialihkan ke Aceh Besar, dan sepatu roda di Banda Aceh.
Jika dalam perkembangan hingga waktu pelaksanaan nantinya ada beberapa venue tidak rampung pengerjaannya, juga akan dialihkan ke Banda Aceh atau Aceh Besar.
Di akhir rapat, kata Dedy, Sekda juga menginstruksikan untuk dilakukan rapat lanjutan. “Dalam dua atau tiga hari ke depan kita akan duduk (rapat) lagi, dan tempatnya wajib dilaksanakan di Pidie. Sekaligus untuk kembali meninjau lokasi. Begitu arahan Sekda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Aceh dalam rapat tersebut menyampaikan, selain dasar pertimbangan anggaran kabupaten/kota peserta PORA, pelaksanaan PORA XVI tetap di tahun 2022 juga untuk menjaga ritme persiapan menuju PON XXI Tahun 2024 Aceh-Sumatra Utara.
“Dari hasil PORA Pidie tahun 2022 kita akan menjaring bibit-bibit atlet potensial untuk dibina menuju PON tahun 2024. Jika PORA dilaksanakan di tahun 2023, kita sangat kekurangan waktu untuk menjaring dan mempersiapkan atlet,” ujar Abu Razak.
