kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 22:38

Pernah Rawat Pasien Positif COVID-19, Dua Puskesmas di Nagan Raya Terpaksa Tutup

Konten Redaksi ACEHKINI
Pernah Rawat Pasien Positif COVID-19, Dua Puskesmas di Nagan Raya Terpaksa Tutup (606274)
Pengumuman tutup Puskesmas di Nagan Raya, Aceh. Dok. acehkini
Sebanyak dua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terpaksa ditutup sementara karena pernah merawat pasien yang belakangan diketahui positif COVID-19. Langkah ini ditempuh guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
ADVERTISEMENT
Dua puskesmas tersebut yakni Puskesmas Alue Bilie yang ditutup selama lima hari: sejak Kamis (30/7) sore hingga Senin (3/8); dan Puskesmas Suka Mulia yang ditutup selama 14 hari sejak Minggu (2/8) hingga Selasa (18/8).
Kepala Puskesmas Suka Mulia, Dini Marlinda, menjelaskan penutupan Puskesmas karena paramedis di sana pernah melayani pengobatan tiga pasien yang belakangan dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu (1/8).
"Tujuan kami untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, karena ada tiga pasien positif termasuk yang meninggal itu pernah berobat ke Puskesmas Suka Mulia dua kali berturut-turut," kata Dini Marlinda dikonfirmasi acehkini, Minggu (2/8) malam.
Dia menyebutkan, keputusan itu juga diambil sekaligus untuk menyemprot disinfektan di lingkungan Puskesmas dan memutus mata rantai penularan bagi petugas kesehatan yang pernah kontak melayani pasien tersebut. “Sekarang sedang disterilkan, sehari dua kali penyemprotan disinfektan,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Hal yang sama juga dikatakan Plt Kepala Puskesmas Alue Bilie, Hardiansyah. Menurutnya, penutupan sementara layanan medis di Puskesmas itu karena sejumlah pasien COVID-19 pernah dirawat inap di sana selama tiga hari. Sejumlah petugas medis disebut berkontak langsung dengan pasien itu. "Memang kami tutup untuk mencegah penyebaran COVID-19," katanya kepada acehkini.
Sementara itu, Koordinator Dokter Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Nagan Raya, dr Edi Hidayat, menyebut penutupan sementara dua Puskesmas adalah langkah yang tepat setelah 5 warga Nagan Raya dinyatakan positif COVID-19 dan 2 di antaranya meninggal dunia.
"Kami memang menyarankan, semua yang pernah kontak langsung dengan pasien positif COVID-19 itu harus mengisolasi diri. Apalagi Puskesmas ini pernah merawat pasien positif, jadi untuk memutus mata rantai sebaiknya disterilkan dulu," kata Edi.
ADVERTISEMENT
Edi menjelaskan, sejauh ini telah menggelar rapid test terhadap enam anggota keluarga dekat yang pernah kontak dengan lima pasien positif. "Saat dilakukan rapid test, keenam orang itu hasilnya non-reaktif, tapi kami akan melakukan tes swab-nya juga untuk memastikan lagi," ujarnya.
Seperti diketahui, Sebanyak lima warga Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab yang keluar dari Balitbangkes Aceh pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Dari lima orang itu, dua di antaranya telah lebih dahulu meninggal dunia sebelum hasil tes keluar. [] Siti Aisyah
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white