Polisi Siapkan 1.200 Personel Pengamanan Malam Tahun Baru di Banda Aceh
·waktu baca 2 menit

Kepolisian Resor Kota Banda Aceh akan mengerahkan 1.200 personel untuk pengamanan pada malam tahun baru di Kota Banda Aceh. Polisi mengantisipasi adanya kegiatan perayaan tahun baru yang bertentangan dengan syariat Islam.
"Di akhir tahun 2022, ada momen pergantian tahun, mendasari kegiatan dan situasional, Banda Aceh memberlakukan syariat Islam, di sini Polri telah menyampaikan imbauan terkait dengan tidak menyambut tahun baru 2023 secara hura-hura," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto kepada wartawan, Kamis (29/12).
Joko mengatakan, dalam pengamanan malam tahun baru tersebut, Polresta Banda Aceh menyiapkan 1.200 personel di semua titik dalam 9 kecamatan di Kota Banda Aceh dan 10 kecamatan Kabupaten Aceh Besar.
"Selain empat Pospam dan dua Posyan, Polresta Banda Aceh menambahkan 2 pos tambahan di Simpang lima dan Simpang Bundaran Ulee Lheue," ujarnya.
Pada malam pergantian tahun baru 2023, kata Joko, aktivitas masyarakat juga akan dipantau langsung oleh unsur Forkopimda Banda Aceh yang bertepatan dengan malam Minggu.
Sebelumnya, Forkopimda Banda Aceh telah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perayaan malam pergantian tahun dengan membakar petasan atau kegiatan hura-hura lainnya dalam wilayah Kota Banda Aceh.
"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kearifan lokal dan memastikan ketentraman umum tetap terjaga," ujar Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq.
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menghindari dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan ruh syariat Islam dalam menyambut tahun baru 2023.
