Polisi Usut Aksi Warga Serang Petugas Vaksinasi COVID-19 di Aceh Barat Daya
ยทwaktu baca 2 menit

Kepolisian Daerah Aceh sedang mengusut aksi warga yang menyerang petugas vaksinasi COVID-19 di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Aceh. Insiden itu membuat seorang petugas lebam serta 42 vial vaksin dan peralatan lain rusak.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh Komisaris Besar Winardy mengatakan Kepolisian Resor Aceh Barat Daya dibantu Polda Aceh akan menyelidiki peristiwa itu untuk mencari penyebabnya. "Kami akan tetap lakukan penyelidikan," kata Winardy, kepada jurnalis, Selasa (28/9) siang.
Menurut Winardy, penyerangan petugas vaksinasi itu bermula ketika sekitar 300 penjual ikan keliling marah karena menolak ikut vaksin. Gerai vaksinasi di PPI dibuka oleh Kepolisian Sektor Susoh, Komando Rayon Militer Susoh, Kepolisian Air dan Udara, dan Puskesmas Sangkalan.
"Kegiatan vaksinasi tersebut menyebabkan pengunjung di PPI Ujung Serangga sepi dan mempengaruhi pendapatan mereka," ujar Winardy.
Sebelumnya, seorang petugas vaksinasi COVID-19 atau vaksinator lebam akibat serangan warga ke gerai vaksinasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Aceh, Selasa (28/9) pagi. Selain itu, 42 vial vaksin Sinovac dan peralatan lain rusak.
Penyerangan itu dilakukan warga yang kesal dengan keberadaan petugas vaksinasi di PPI Ujung Serangga karena membuat orang takut ke sana sehingga ikan tidak terjual habis.
