Konten Media Partner

Potret Keumala Dalam, Bekas Ibu Kota Aceh Dikelilingi Benteng Alami

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wilayah Keumala Dalam, pernah menjadi pusat Kesultanan Aceh masa perang melawan Belanda. Foto: Habil Razali/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Wilayah Keumala Dalam, pernah menjadi pusat Kesultanan Aceh masa perang melawan Belanda. Foto: Habil Razali/acehkini

Lebih dari satu abad silam, Kemukiman Keumala Dalam, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, pernah menjadi ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam. Pusat Pemerintahan bertahan di kawasan pegunungan ini selama 20 tahun sejak Kota Banda Aceh jatuh ke tangan Belanda pada 1874.

Sekitar awal tahun 1900-an, Belanda juga menguasai Keumala Dalam. Sejarah mencatat, markas para pejuang Aceh pada akhirnya harus berpindah-pindah.

Kini, Keumala Dalam menjadi perkampungan yang tenteram di kaki pegunungan Bukit Barisan. Di sana, ada satu pegunungan yang jika dilihat dari udara tampak seperti benteng. Hanya ada satu jalan yang membelah pegunungan ini semacam gerbang. Namanya adalah Glee Meulinteung.

kumparan post embed
Transportasi serdadu Belanda saat melintasi kawasan Keumala Dalam, antara tahun 1901-1026. Foto: KITLV

Kawasan ini sekarang menjadi salah satu lokasi wisata alam favorit di Kabupaten Pidie. Tidak jauh dari Glee Meulinteung terdapat aliran sungai berair jernih yang menjadi sumber air untuk pertanian sejumlah kecamatan di Pidie.

acehkini merekam pesona Keumala, lokasi bersejarah bagi pejuang dalam melawan kolonial Belanda, pada Senin (7/2/2022).

Berikut foto-fotonya:

kumparan post embed
Jalanan di Keumala Dalam yang telah ada sejak masa kolonial Belanda. Foto: Habil Razali/acehkini
Pesona Keumala Dalam dengan sawah-swah dan perbukitan. Foto: Habil Razali/acehkini
Benteng alami di Keumala Dalam. Foto: Habil Razali/acehkini
Keumala Dalam, kawasan asri di Kabupaten Pidie, Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini
Kawasan permukiman, sawah dan perbukitan di Kemukiman Keumala Dalam. Foto: Habil Razali/acehkini