Konten Media Partner

Rencana UEA Investasi di Aceh, The Jokowi Center: Semoga Cepat

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Teuku Neta Firdaus (kiri) bersama Presiden Joko Widodo. Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Teuku Neta Firdaus (kiri) bersama Presiden Joko Widodo. Dok. Pribadi

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan komitmennnya menggelontorkan investasi US$ 22,8 miliar (Rp 319,2 triliun) di Indonesia, melalui Sovereign Welth Fund bersama Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat. Salah satunya akan membangun properti di Aceh.

Terhadap rencana ini, Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus mengapresiasi komitmen tersebut. “Ini akan menjadi investasi terbesar dalam sejarah Indonesia yang bakal ditindaklanjuti,” kata putra asli Aceh itu, dalam keterangan tertulis kepada acehkini, Rabu (15/1/2020).

Neta mengutip pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menjelaskan alasan UEA ingin berkontribusi di Indonesia. Salah satunya karena memiliki penduduk Islam terbanyak.

“Kita sambut dengan aksi nyata keinginan UEA berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan pembangunan properti di Aceh,” ungkap Teuku Neta.

kumparan post embed

Dia menuturkan bahwa investasi dari UEA ini disambut gembira oleh seluruh rakyat Indonesia. Teuku Neta berharap agar realisasi dari komitmen ini bisa dilaksanakan dalam waktu secepatnya. Demikian juga, keinginan UEA untuk investasi bidang properti di Aceh, maka Pemerintah Aceh harus bergerak cepat menjemput kongkret kebutuhan UEA.

“Kita yakin persetujuan investasi yang disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed akan direalisasikan. Pasalnya, selama ini sudah banyak ‘angin surga’ yang menyatakan akan investasi di Aceh namun hasilnya nol,” jelasnya.

Menurut Teuku Neta, minggu depan Presiden Indonesia Joko Widodo akan meminta Gubernur Aceh dan tokoh-tokoh untuk bicara perihal persyaratan UEA untuk kelancaran investasi. Salah satu alasan UEA ingin berinvestasi di Aceh karena adik Putra Mahkota UEA Sheikh Hamid, menyebut jarak terbang dari Abu Dhabi ke Aceh hanya 5 jam.

“Dapat dipastikan bahwa Investasi dari UEA akan diterima dengan lapang dada oleh rakyat Aceh, tidak ada kritik-kritik konyol yang bisa menghambat investasi tersebut,” ungkapnya.

Presiden Joko Widodo dalam forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi, 13/1/2020. Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Teuku Neta menyebutkan selama ini banyak investor yang hanya berjanji untuk berinvestasi di Aceh, namun tidak ada realisasinya. Beberapa di antaranya adalah rencana pembangunan rumah sakit, pembangunan energi panas bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Air, dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas. []