Jokowi Undang Investor Asing Investasi di Ibu Kota Baru

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Senin (13/1/2020) Foto: Dok. Biro Pers Setpres
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Senin (13/1/2020) Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Presiden Joko Widodo menjadi pembicara di forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi National Exhibition Center, Uni Emirat Arab, Senin (13/1). Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak para investor di seluruh dunia untuk berinvestasi di Ibu Kota baru Indonesia di Kalimantan Timur nanti.

"Di Ibu Kota Negara yang baru, kami mengundang dunia untuk membawa teknologi terbaik, inovasi terbaik, dan kearifan terbaik," kata Jokowi dalam sambutannya di ADSW, Abu Dhabi, Senin (13/1).

Menurut Jokowi, Ibu Kota baru Indonesia harus memiliki teknologi terkini. Sehingga, lokasi baru tersebut juga bisa menjadi wadah bagi inovator dan kreator, namun tetap ramah lingkungan dan memberikan kebahagiaan bagi penduduknya.

"Energi terbarukan dan teknologi yang bersih akan menghasilkan kehidupan berkelanjutan bagi pembangunan sosial dan ekonomi," ungkapnya.

Presiden Joko Widodo pada forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Senin (13/1/2020) Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Saat ini, kata Jokowi, Indonesia memiliki sekitar 6-7 juta jiwa yang akan pindah ke Ibu Kota baru. Jumlah tersebut terdiri dari 1,4 juta pegawai negeri sipil dan sisanya adalah keluarganya.

"Kita ingin membangun kota smart metropolis karena populasinya akan tiga kali lipat populasi Paris, 10 kali lipat 10 populasi Washington DC, bahkan akan menyamai populasi New York dan London," jelas Jokowi.

Jokowi berpendapat, pembangunan Ibu Kota baru Indonesia juga menjadi salah satu solusi pemerataan pembangunan. Meski, ibu kota saat ini, Jakarta, sudah menjadi salah satu kota yang berkontribusi besar bagi perekonomian nasional, namun menurut Jokowi, pemerataan pembangunan harus dikedepankan.

"Di negara yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, konsep pemerataan pembangunan sangat diperlukan sehingga pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Ini yang kami namakan Indonesia sentris," tutupnya.

kumparan post embed

Sebelumnya, Uni Emirat Arab sudah menyatakan keinginannya untuk terlibat di proyek pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Menurut Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Putra Mahkota UEA Syeikh Mohammed bin Zayed ingin berinvestasi di proyek berkonsep Sovereign Wealth Fund (SWF) itu.

“Jadi secara khusus juga dibicarakan mengenai pembangunan ibu kota baru. Jadi dengan sovereign wealth fund ini, Putra Mahkota memberikan komitmen akan masuk ke dalamnya,” kata Luhut di Emirates Palace Abu Dhabi, seperti dikutip dari Antara, Senin (13/1)