Risiko COVID-19 di Aceh Makin Tinggi, Tak Ada Lagi Zona Hijau

Sejak kasus COVID-19 ditemukan pertama kali di Aceh pada 26 Maret 2020, saat ini seluruh wilayah Aceh atau 23 kabupaten/kota telah terjangkit. Tak ada lagi zona hijau di Serambi Makkah.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), melaporkan total kasus positif di Aceh tercatat 1.696 orang. Rinciannya, sebanyak 1.013 orang dalam penanganan tim medis di rumah sakit rujukan atau melakukan isolasi mandiri, 615 orang dinyatakan sembuh, dan 68 telah orang meninggal dunia.
“Penyebarannya di seluruh Aceh, 7 kabupaten/kota masuk zona risiko tinggi COVID-19 di Aceh,” jelas SAG, Kamis (3/9/2020).
Menurutnya, kabupaten/kota zona merah meliputi: Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Pidie, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Selatan.
Sedangkan zona oranye meliputi; Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Kota Langsa, Kota Sabang, Aceh Tengah, Simeulue, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Bener Meriah.
“Aceh Tenggara merupakan satu-satunya yang masih zona kuning. Jumlah kasus yang terkonfirmasi COVID-19 di sana hingga saat ini sebanyak 3 orang, dan semuanya sudah sembuh,” kata SAG.
Sesuai data dirilis Satgas COVID-19 Pusat, zona merah disebut berisiko tinggi, zona oranye berisiko sedang, dan zona kuning berisiko rendah. “Tingkat risiko peningkatan kasus COVID-19 sangat penting diketahui karena mempengaruhi persepsi, tingkat kewaspadaan, dan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di kalangan masyarakat maupun para pengambil kebijakan di daerah,” jelas SAG. []
