Konten Media Partner

Sebaran Vaksinasi di Aceh: Ibu Kota Paling Tinggi, Aceh Utara Paling Rendah

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksinasi untuk siswa di Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksinasi untuk siswa di Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Kota Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan cakupan paling tinggi vaksinasi Corona bagi warganya. Sementara Kabupaten Aceh Utara menduduki posisi paling rendah.

“Cakupan vaksinasi COVID-19 di Banda Aceh dosis pertama sebanyak 145.191 orang, atau 76,3 persen dari total sasaran yang mencapai 190.289 orang. Penduduk yang telah menuntaskan vaksinasi dosis II sudah sebanyak 95.316 orang atau 50,1 persen,” kata Saifullah Abdulgani, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Selasa (19/10/2021).

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, cakupan vaksinasi dosis I bagi semua kelompok sasaran baru mencapai 16,1 persen, atau 73.888 orang dari total sasaran sebanyak 458.608 orang, Sedangkan vaksinasi dosis II baru diberikan kepada 33.832 orang, atau 7,4 persen.

Setelah Banda Aceh, kabupaten yang tinggi cakupan vaksinasinya adalah Gayo Lues (39,3 persen), Bener Meriah (39 persen), dan Langsa (38,7 persen). Selebihnya sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh baru menyelesaikan vaksinasi pada kisaran 17 persen hingga 37 persen.

Secara keseluruhan, cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Aceh sudah mencapai 28,1 persen, atau 1.130.938 orang dari total sasaran sebanyak 4.028.891. Sedangkan vaksnasi dosis II Aceh sudah sekitar 14,3 persen atau 577.153 orang. “Progres vaksinasi Aceh akan meningkat apabila vaksinasi di kabupaten/kota sukses,” kata Saifullah.

kumparan post embed

Update Corona Aceh

Saifullah juga melaporkan kasus terbaru konfirmasi positif Corona di Aceh, bertambah sebanyak 14 orang, kemudian pasien sembuh sebanyak 60 orang dan tidak ada yang meninggal dunia bersebab COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, total kasus COVID-19 di Aceh tercatat 38.212 orang. Pasien yang sedang dirawat tinggal 397 orang, para penyintas sebanyak 35.784 orang, dan meninggal dunia tercatat 2.031 orang.

Untuk data kasus probable, tercatat sebanyak 892 orang, meliputi 809 orang selesai isolasi, tidak ada lagi yang isolasi di rumah sakit, dan 83 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni pasien yang secara klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19 dan dalam proses pemeriksaan swab-nya.

Sedangkan kasus suspek secara kumulatif tercatat sebanyak 9.956 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.951 orang, dan tidak ada lagi kasus suspek yang isolasi mandiri di rumah maupun di rumah sakit rujukan COVID-19 di Aceh. []