Konten Media Partner

Seekor Gajah Liar Mati di Aceh Besar, Kondisinya Kurus dan Perut Terluka

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gajah liar mati dalam perawatan di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, Ahad (27/2). Foto: Dok. BKSDA Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Gajah liar mati dalam perawatan di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, Ahad (27/2). Foto: Dok. BKSDA Aceh

Seekor gajah liar mati dalam perawatan di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Aceh, Ahad (27/2). Kondisi gajah itu kurus dan ada infeksi luka di bagian perut.

"Berdasarkan hasil nekropsi diduga kematian gajah liar berjenis kelamin betina ini karena bakteremia/infeksi sistemik di mana luka yang tidak terobati," kata Agus Arianto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Selasa (1/3).

Infeksi itu, menurut Agus, menjadi media berkembang biak bakteri sehingga menyebar ke seluruh tubuh, lalu mengganggu sistem metabolisme yang berujung pada kerusakan organ dan kematian.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto. Foto: Habil Razali/acehkini

Agus menjelaskan gajah liar berusia 30 tahun itu ditemukan pada Jumat (25/2). Kondisinya terbaring dan terlihat lemah. Petugas lalu mengecek ke lokasi. "Kondisi gajah liar itu memprihatinkan, sangat kurus (malnutrisi) dan lemah," tuturnya.

Hasil pemeriksaan, gajah liar itu terluka di perut. Agus menduga luka itu akibat terkena tonggak kayu. BKSDA Aceh lalu memberikan cairan infus, vitamin, dan merawatnya. Namun, tiga hari dalam perawatan, gajah liar itu mati.

Petugas membedah bangkai gajah itu untuk mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa di laboratorium, seperti feses, usus, cairan usus, ginjal, jantung, limpa, hati, paru-paru, dan lidah.

"Tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan atau unsur kesengajaan dalam kematian gajah liar berjenis kelamin betina ini," kata Agus.