Konten Media Partner

Seluruh Daerah di Aceh Saat Ini Berstatus Zona Oranye COVID-19

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana aktivitas di Pasar Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (20/11) pagi. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Suasana aktivitas di Pasar Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (20/11) pagi. Foto: Suparta/acehkini

Seluruh daerah di Aceh saat ini dinyatakan berstatus zona oranye berdasarkan pemutakhiran data peta zonasi risiko COVID-19 per 29 November 2020. Artinya 23 kabupaten/kota di provinsi ujung barat Indonesia itu memiliki risiko sedang penularan virus corona.

"Satgas COVID-19 Nasional kembali merilis Zonasi Risiko Daera, setelah seminggu absen. Hasil analisis data per 29 November 2020, Aceh berada di dalam rentang nilai 1.81–2.40 kategori risiko sedang atau zona oranye," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangannya Selasa (1/12).

"Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Barat Daya yang dua minggu lalu masih berada di zona kuning, kini menjadi zona oranye," kata jubir yang akrab disapa SAG itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Dok. Humas Setda Aceh

Ia menjelaskan, Satgas COVID-19 Nasional menghitung indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan di setiap kabupaten dan kota. Hasil penjumlahan nilai skoring dan pembobotan dikategorisasikan menjadi empat zona risiko.

SAG menyebut, empat zona risiko tersebut masing-masing zona risiko tinggi atau zona merah rentang nilainya 0–1,80, zona risiko sedang atau zona oranye 1,81–2,40, zona risiko rendah atau zona kuning 2,41–3,0, dan zona tidak ada kasus atau zona hijau.

"Zona hijau bila tidak tercatat kasus COVID-19 positif atau pernah terdapat kasus, namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen," jelasnya.

Razia masker di jalan depan Banda Aceh Convention Hall, Kamis (15/10), guna menekan angka penularan corona di Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini

SAG menyampaikan, Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Tenggara yang sebelumnya masuk kategori zona kuning karena nilai skornya masing-masing 2,42 dan 2,43. Hasil perhitungan skor dan bobot terbaru nilai turun, masing-masing menjadi 2,4 dan 2,39.

Menurutnya, meski sudah zona oranye, namun Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Tenggara memiliki peluang sangat besar untuk kembali meraih zona kuning pada pekan depan. "Karena nilainya masih mendekati rentang nilai zona kuning, asal semangat semua lapisan masyarakat di sana tidak mengabaikan protokol kesehatan," sebutnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Aceh Selatan juga memiliki peluang besar naik kelas ke zona kuning dengan nilai skor saat ini 2,38. Sedangkan batas bawah rentang nilai zona kuning 2.41–3,0. Sebaliknya, Aceh Singkil dan Simeulue nilai skornya masih di bawah rata-rata Aceh 2,07, dan sangat dekat dengan zona merah.

kumparan post embed

"Informasi peta zonasi risiko daerah ini penting diketahui untuk merawat semangat Satgas COVID-19 kabupaten/kota meningkatkan tracing, testing, dan treatment," kata SAG.

Lebih lanjut, SAG meminta setiap lapisan masyarakat untuk tetap disiplin dan konsisten menjalankan 3M, yakni menjaga jarak dan menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan sesering mungkin di bawah air yang mengalir, sekurang-kurangnya selama 20 detik.

Update Corona di Aceh

Sampai saai ini, Satgas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh mencatat sebanyak 8.301 orang telah terjangkit virus corona. Dari jumlah itu, sebanyak 6.948 orang telah dinyatakan sembuh, dan 319 orang meninggal dunia. Sementara lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit atau sedang menjalani isolasi mandiri.

kumparan post embed