Pencarian populer
PUBLISHER STORY
11 Juni 2019 20:54 WIB
0
0

Sisa Wabah Game of Thrones

Serial GoT. Foto: HBO

Di Indonesia, tidak bisa dipastikan sejak kapan virus Game of Thrones (GoT) mewabah. Akan tetapi, kita harus mengakui sejak GoT itu disebut oleh seorang kepala negara dalam satu pidato resmi, banyak orang mulai mencari tahu dan pastinya penonton GoT bertambah di Indonesia.

Mengingat betapa banyak menyita waktu untuk mengikuti sebuah tayangan serial TV, sulit bagi seseorang membiarkan dirinya terseret dalam kubang serial TV yang episodenya juga tidak sedikit. Tentu terdapat daya tarik lain di sana yang lahir dari sebuah tontonan, hingga konon sebuah serial TV ini menjadi buah bibir di mana-mana. Padahal bukan tidak ada serial-serial lain di saluran TV kabel berbayar dengan berbagai genre seperti The Walking Dead, Vikyng, Arrow, Spartacus, dan lainnya. Namun, penikmat serial TV dunia khususnya Indonesia seperti tersedot dengan daya tarik kolosal yang disuguhkan dalam serial GoT.

GoT merupakan sebuah serial TV produksi HBO, rilis semenjak 2011 dan baru berakhir tahun ini, bulan lalu. Serial TV yang disadur dari novel karya George RR Martin berjudul The Song of Ice and Fire ini bercerita tentang pasang surut perebutan kekuasaan yang sarat dengan intrik, perang, dan pengkhianatan. Lewat serial ini kita bisa mengetahui bermacam-macam karakter manusia di tubuh kekuasaan. Pada kenyataannya film ini telah menumbuhkan kesan kuat di tiap-tiap benak penonton baik lewat kehadiran para pemain dengan akting yang memikat maupun dari suguhan alur cerita hingga sinematografi yang begitu rapi. Ada banyak cara bagaimana serial ini menjadi digemari, salah satunya ketika di dunia maya menjadi trending topic dan forum-forum film membicarakannya sehingga nama-nama tempat dan tokoh dalam serial TV ini sering kali mencuat ke permukaan terutama di media sosial.

Game of Thrones. Foto: HBO

Jika di planet bumi terdapat benua, maka begitu juga dalam serial GoT. Westeros nama sebuah benua yang di dalamnya terdapat beberapa kerajaan, dari sinilah kisah Game of Thrones berlangsung. Sampai penayangan terakhir, secara keseluruhan GoT berakhir di hitungan delapan musim, tepatnya episode enam, dengan jumlah keseluruhan tujuh puluh tiga episode. Menyambut musim terakhir GoT, sebuah akun Instagram merilis satu meme yang berisikan pertanyaan tentang keberlanjuatan cerita GoT di musim terakhir. Meme tersebut memuat nama para pemain GoT yang masih tersisa dari musim sebelumnya.

Diawali dengan pertanyaan siapa yang kalian inginkan mati di GoT musim ini. Berawal dari sinilah, di musim terakhir, jawaban bagaimana sebuah tokoh berakhir menjadi hal yang sangat dinanti dan membuat penggemar penasaran. Kurang lebihnya, ya begitulah muatan kisah di akhir musim serial tersebut. Teka-teki akan kematian menjadi sesuatu yang menarik untuk dibicarakan penggemar. Dari sekian banyak para pemain dengan tipe karakter yang berkembang, setiap musimnya satu-persatu tokoh GoT berguguran dengan cara-cara mencengangkan. Begitu juga nasib beberapa pemain yang di musim akhir namanya kerap disebut, seperti Jon Snow (Kit Harington), Sansa Stark (Sophie Turner) Daenerys (Emilia Clarke), dan beberapa nama kelompok Lannister yang tersisa.

Kita bisa mengerti mengapa para penggemar Game of Thrones garis keras banyak yang kecawa dengan hasil akhir episode dan musim penutup dari serial fenomenal tersebut. Jika melihat kembali bagaimana bangunan daya pikat yang dipelihara dari serial tersebut yang sudah dimulai sejak musim pertama hingga ke tujuh, maka pantaslah di musim ke delapan para penggemar berharap banyak akan adanya suguhan yang tidak kalah menarik dengan musim sebelumnya.

Sangat tidak berlebihan jika para penggemar menaruh harapan pada para kreator untuk menghadirkan kejutan-kejutan yang tidak kalah menarik atau paling tidak sepadan dengan musim-musim sebelumnya. Setelah musim ke tujuh selesai, lebih dari setahun para penggemar menunggu kabar rilisan musim terakhir GoT. Sampai akhirnya penantian itu terjawab setelah HBO mengirim sinyal dengan merilis tayangan trailer GoT musim terakhir.

Di luar perkiraan para penggemar, dua kreator GoT, David Benioff dan D. B Weiss selesai menjawab atas teka-teki dan teori episode terakhir serial Game of Thrones yang selama ini beredar. Kisah ditutup dengan sangat rapi dan tentunya ini mengakhiri penantian panjang para penggila serial tersebut yang sudah lama digantung: terkatung antara langit dan bumi cerita. Kini tidak ada lagi pertanyaan siapa yang akan menduduki The Irone Throne setelah dua perang hebat di Winterfell dan King's Landing usai, sebab jawabannya tak ada seorang pun: tidak dengan Daenerys begitupun Jon Snow.

Memang harus diakui, setelah riwayat dan silsilah kelahiran Jon Snow yang sebenarnya terkuak di wilayah utara, bahwa dia adalah keturunan asli dari Targaryan, bukan anak haramnya Ned Stark seperti kabar yang kadung beredar, keberlanjutan kisah GoT semakin mendebarkan. Meski ada klaim sebelumnya yang menyatakan salah seorang keturunan Targaryan berhak atas The Irone Throne. Sementara kita tahu ada dua Targaryan di sana: Daenerys dan Jon Snow.

Foto: HBO

Spekulasi pewaris The Irone Throne yang begitu rumit justru disederhanakan oleh, David Benioff dan D. B Weiss, lewat penghadiran adegan Jon Snow. Di dalam adegan ini Jon Snow memutuskan mata rantai perebutan itu. Jon Snow, ia sendiri yang membunuh ratu dalam kehangatan cinta dan perasaannya. Tampilan simbol kekuasaan (tahta) dalam bentuk tempat duduk seorang penguasa dari susunan pedang hasil perang itu, justru dibakar habis oleh naga yang beringas, The Irone Throne meleleh hingga rata dengan tanah, seperti isi lelehan gunung berapi.

Pasca tewasnya Daenerys di tangan Jon, tidak ada yang berhak atas The Irone Throne, karenanya itu dimusnahkan. Tidak ada cerita tentang kebangkitan dan pedang yang menyala seperti prediksi yang beredar (ini bukan Star Wars) semuanya terbantahkan dan berhenti sampai Daenerys mati ditikam oleh orang yang dicintainya. Di adegan yang lain, begitupun kejutan atas dipilihnya Bran Stark (Isaac Hempstead) sebagai raja di King’s Landing. Sungguh hal ini telah mematahkan spekulasi pihak yang mengelu-elukan antara dua nama (Jon Snow dan Daenerys) yang berhak untuk memimpin King’s Landing di musim terakhir ini.

Terlepas dari kekecewaan penggemar yang mencuat karena episode terakhir jauh dari harapan dan bahkan dianggap berada di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya, pada hakikatnya para kreator dalam sebuah film memiliki hak istimewa atas jalan cerita dari film mereka. Oleh sebab itu, alur sebuah film hendak diakhiri dengan cara bagaimana pun, itu jelas berdasarkan imajinasi dan keinginan dari kreator film. Sebagai penggemar hanya dapat menikmati dan memberi komentar yang membangun tanpa menghancurkan hak perogatif si kreator tersebut. Bagaimana pendapat anda? []

Penulis: Munawar

Penikmat dan pelaku seni peran di Kota Banda Aceh

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32