Konten Media Partner

Tempat Wisata di Aceh Besar Dibuka, Petugas Tes Swab Pengunjung Secara Acak

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keindahan tempat wisata Pantai Babah Kuala di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, diabadikan pada Minggu (26/7/2020) pagi. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan tempat wisata Pantai Babah Kuala di Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, diabadikan pada Minggu (26/7/2020) pagi. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Tempat wisata di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, diperbolehkan buka kembali setelah sempat ditutup sejak 28 Mei lalu. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Besar akan menempatkan petugas di semua pintu masuk tempat rekreasi untuk mengambil tes usap dahak (tes swab) pengunjung secara acak.

Perizinan kembali aktivitas di lokasi wisata ini diputuskan dalam rapat koordinasi di Kantor Camat Lhoknga, pada Senin (31/5). Persamuhan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Aceh Besar Sulaimi, dan dihadiri sejumlah pihak, seperti kepolisian dan pengelola wisata.

"Tempat wisata kembali dibuka, namun dengan protokol kesehatan ketat, antara lain dengan menempatkan petugas di pintu masuk dan melakukan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) secara acak," kata Sulaimi dalam keterangan tertulis yang diterima acehkini, Selasa (1/6).

Perizinan kembali aktivitas di tempat wisata ini diputuskan dalam rapat koordinasi di Kantor Camat Lhoknga, pada Senin (31/5). Foto: Dok. Humas Pemkab Aceh Besar

Selain tes usap dahak secara acak, dalam pertemuan itu juga mewajibkan pengelola tempat wisata menyediakan perangkat dukungan dalam menerapkan protokol kesehatan. Pengelola juga diminta menegur pengunjung yang tak patuh.

Sulaimi mengingatkan masyarakat agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif corona di Aceh Besar. "Semua pihak tidak boleh lengah dan abai terhadap ancaman yang mengancam tersebut. Untuk itu, patuhilah protokol kesehatan untuk kepentingan dan kemaslahatan semua pihak," tuturnya.

Sebelumnya, semua tempat wisata di Aceh Besar ditutup sejak 28 Mei lalu. Penutupan ini untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat yang berpotensi menimbulkan klaster penyebaran virus corona. Selama penutupan, petugas gabungan menyekat akses ke lokasi wisata.

kumparan post embed