Temui Demonstran, Pj Gubernur Aceh: Kita Malu Termiskin di Sumatra
ยทwaktu baca 2 menit

Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki akhirnya temui demonstran di halaman kantor gubernur Aceh, Selasa (6/9). Di hadapan massa ratusan mahasiswa, dia mengaku malu Aceh masih termiskin di Sumatra.
"Kita malu kita nomor satu termiskin di Sumatra. Kita harus perbaiki itu bersama, tidak bisa saya sendiri," kata Achmad Marzuki.
Ia datang menemui demonstran sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum menyampaikan pendapat, Achmad Marzuki duduk di lantai mendengar orasi dari beberapa mahasiswa. Aparat kepolisian dan tentara mengawalnya.
Achmad Marzuki bercerita bahwa hari ini ia seharian ikut rapat tentang inflasi. Rapat itu ditutup karena ia hendak menemui demonstran.
Di hadapan demonstran, mantan Panglima Kodam Iskandar Muda itu mengatakan, Aceh peringkat inflasi kelima di Indonesia, termiskin di Sumatra dan ketujuh di Indonesia, stunting dan gizi buruk masuk 10 besar di Indonesia. Atas sejumlah masalah itu, ia minta dukungan dari mahasiswa.
"Saya baru di sini, justru saya berharap bantuan dari adik-adik mahasiswa untuk menyelesaikan ini semua dengan waktu yang saya ada. Kalau adik-adik mendengar surat keputusan saya cuma setahun dan bisa dievaluasi di tengahnya," katanya.
Massa dari ratusan mahasiswa bergerak ke kantor gubernur sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka memenuhi satu ruas jalan dan mendesak agar dibiarkan masuk ke halaman kantor.
Sejam berselang, petugas membuka pintu gerbang kantor gubernur. Massa masuk ke halaman dan berorasi di pelataran. Mereka mengusung sejumlah spanduk bertuliskan protes kenaikan harga BBM.
Ini merupakan protes lanjutan dari mahasiswa Aceh. Adapun aksi Senin kemarin, mahasiswa menduduki gedung utama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh. Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri alias Pon Yaya mengamini tuntutan mahasiswa dengan turut mendesak pemerintah pusat menurunkan harga BBM.
