News
·
30 Juni 2020 12:13

The Jokowi Center: Ada Indikasi Presiden Jokowi Ganti Menteri

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
The Jokowi Center: Ada Indikasi Presiden Jokowi Ganti Menteri (1456)
Teuku Neta Firdaus bersama Presiden Jokowi. Dok. pribadi
Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus, menyatakan pasca-diunggahnya video pidato Presiden Joko Widodo pada 28 Juni yang disampaikan pada 18 Juni di Istana Kepresidenan, ada kemungkinan terjadi reshuffle kabinet. Waktu yang diberikan 10 hari kepada menteri-menteri agar terjadi perubahan dalam tindakan, namun tidak terjadi.
ADVERTISEMENT
Padahal kondisi sekarang lagi dilanda wabah COVID-19 yang memerlukan tindakan serius dan cepat. “Setelah 10 hari berlalu bicara tanpa teks, akhirnya Pak Jokowi mengizinkan video Sidang Kabinet Paripurna yang bersifat intern disebarkan kepada publik. Semestinya dalam waktu 10 hari, ada perubahan di lapangan sesuai dengan permintaan Pak Jokowi,” kata Teuku Neta di Jakarta dalam keterangan tertulis kepada acehkini, Selasa (30/6/2020).
Teuku Neta menyatakan poin yang disampaikan kepada ‘pembantunya’ yakni dana percepatan penanganan COVID-19 sebesar Rp 75 triliun namun baru 1,54 persen yang tersalurkan. Kemudian sinergi antara Kementerian Kesehatan dan pemda serta BPJS Kesehatan yang kurang baik, pendataan tenaga medis yang terlihat dalam penanganan pandemi juga tidak berjalan sesuai skenario bahkan insentif kepada tenaga medis belum disalurkan.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, perlu perbaikan terkait data penerima bantuan sosial. Bahwa pada sektor bisnis, pelaku usaha di sektor mikro kecil, dan menengah diminta segera memperoleh stimulus agar usaha mereka berjalan lancar.
“Dari pernyataan Pak Jokowi, peringatan itu ditujukan kepada Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Apakah akan ada reshuffle atau rotasi jabatan menteri? Kita tunggu saja karena itu hak prerogatif Presiden,” jelas Teuku Neta.
Direktur Eksekutif The Jokowi Center sangat memahami kekesalan Jokowi sudah diambang batas. Sudah berkali-kali disampaikan kepada para menteri dalam musim pandemi COVID-19 harus ada kebijakan yang memperlancar kerja para tenaga medis, pelaku UMKM agar usaha mereka bisa berjalan dalam era wabah bencana nonalam ini, dalam situasi extraordinary yang sangat kritis ini, perlu ditangani secara luar biasa.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, jika ‘pembantu-pembantu’ Presiden lambat bekerja akan berdampak pada program yang telah ditetapkan Presiden Jokowi. Bahwa pola kerja menteri yang tidak ‘becus’ dan tidak baik akan mempengaruhi target kerja Presiden Jokowi yang akan berakhir jabatannya pada 2024. “Karenanya menteri-menteri yang ‘tidur dan ngawur’ harus segera dicopot,” pinta Teuku Neta. []