Konten Media Partner

TNI Bantu Tangani Banjir Aceh, Satu Lagi Warga Meninggal

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi banjir di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara. Foto: Dok. Laung/TNI
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi banjir di kawasan Lhoksukon, Aceh Utara. Foto: Dok. Laung/TNI

Para prajurit TNI di jajaran Korem 011 Lilawangsa telah diperintahkan untuk membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor di tiga wilayah kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Utara, Aceh Timur dan Bener Meriah.

Hal itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 011 Lilawangsa, Kolonel Sumirating Baskoro, Senin (7/12/2020). “Saya telah sampaikan ke Dandim, agar bersama prajuritnya, para Babinsa terus memantau dan bantu warga untuk penanganan banjir,” katanya dalam keterangan yang diterima acehkini dari Tim Penerangan Korem 011 Lilawangsa.

Menurutnya, sejak 4 hari lalu sampai sekarang, Tim gabungam TNI, Polisi, SAR, BPBD, PMI, RAPI, mahasiswa dan relawan lainnya, terus berada di daerah bencana banjir untuk membantu warga. Tim juga membuka dapur umum.

kumparan post embed

Menurut Kolonel Sumirating Baskoro, ketinggian air di beberapa kecamatan dalam wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara, mencapai 3 lebih. Ribuan rumah warga terendam, dan sedikittnya 15.000 warga mengungsi ke tempat lebih aman.

Selain menggenangi permukiman dan sawah warga, jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan, di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur lumpuh total. “Dari pantauan anggota, warga yang melintas dari Banda Aceh menuju Medan harus menghentikan perjalanannya, begitu juga sebaliknya dari Medan ke Banda Aceh, bahkan ada yang sudah menginap satu sampai dua malam, dikarenakan kendaraan tidak bisa lewat,” jelas Danrem Lilawangsa.

Sementara itu, tingginya Intensitas hujan juga mengakibatkan terjadinya longsor di dua lokasi terpisah dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah. Longsor terjadi pada Minggu (6/12) siang, hingga menutupi badan jalan Samar Kilang-Pondok Baru, hingga tidak dapat dilintasi kendaraan.

“Kita sudah Berkoordinasi ke pihak BPBD Bener Meriah, sambil menunggu alat berat menuju lokasi, sementara itu, prajurit Kodim 0119/BM membantu masyarakat melintasi longsoran dan membuat jalan setapak,” jelas Kolonel Sumirating Baskoro.

Sementara itu, Kepala SAR Aceh Utara, Hasbullah Ali, mengatakan banjir yang melanda kawasan Aceh Utara saat ini masuk hari keempat. Bantuan masa panik dari Provinsi Aceh, sudah diterima Wakil Bupati dan Sekda Aceh Utara, dan langsung disalurkan ke tempat pengungsian.

Satu Orang Meninggal Dunia Terseret Arus Banjir

Pada Minggu (7/12) kemarin, seorang warga dilaporkan meninggal dunia karena tenggelam terseret arus banjir. Korban adalah laki-laki, santri di salah satu dayah di Aceh Utara. Sementara seorang santri perempuan lainnya yang ikut tenggelam, berhasil diselamatkan.

“Pencarian korban meninggal sempat dilakukan 3 jam oleh tim gabungan, termasuk mengerahkan boat TNI AL dan dari Korem Lilawangsa,” kata Hasbullah Ali.

Evakuasi jenazah korban yang meninggal akibat banjir. Foto: Dok. Laung/TNI

Hasbullah ikut mengimbau masyarakat tak panik ketika air naik. “Tim fokus kepada yang rentan dulu, seperti bayi, lansia dan orang sakit, juga meninggal dunia, kita evakuasi cepat. Kita juga bantu evakuasi warga yang terjebak banjir dan mengantar makanan ke penampungan maupun yang bertahan di rumah” jelas Hasbullah.

Sampai saat ini, tercatat dua orang meninggal akibat banjir Aceh. Sebelumnya pada Sabtu (5/12), seorang bocah berusia 14 tahun meninggal dunia usai tenggelam karena terseret banjir di Desa Mesjid, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. []

kumparan post embed