Konten Media Partner

Tradisi Meugang, Harga Daging di Aceh Rata-rata Rp 180 Ribu per Kilogram

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjual daging meugang. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Penjual daging meugang. Foto: Suparta/acehkini

Meugang atau kebiasaan mengonsumsi daging jelang bulan Ramadan adalah tradisi yang dirayakan sejak masa Kesultanan Aceh abad ke-16. Tradisi ini membuat harga daging mahal dari hari biasanya.

Pantauan acehkini di Banda Aceh, meski di tengah pandemi corona, warga berbondong-bondong mendatangi penjual daging di lapak-lapak dadakan maupun pasar-pasar tradisional, sejak dua hari lalu. “Selalu ramai dalam tiga hari ini, tradisi tahunan,” kata salah seorang pedagang di pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (12/4/2021).

Di pasar tersebut, harga daging dijual Rp 170 ribu sampai Rp 180 ribu per kilogram. Pada lima hari sebelumnya, harga daging di pasar masih dibenderol Rp 130 ribu – Rp 150 ribu per kilogram.

kumparan post embed

Salah seorang warga Banda Aceh, Dodi, mengatakan telah membeli daging pada Minggu kemarin di Pasar Lambaro, Aceh Besar. “Harganya Rp 175 ribu per kilogram, kendati mahal tetap harus dibeli untuk merayakan tradisi meugang,” katanya.

Di wilayah Kabupaten Bireuen atau sekitar 210 kilometer dari Banda Aceh, harga daging terpantau Rp 180 ribu per kilogram sejak dua hari lalu. “Kalau beli sore mungkin harganya turun sedikit,” kata Edi, salah seorang warga.

Harga daging rata-rata di kawasan pesisir timur Aceh, terpantau sekitar Rp 170 ribu -Rp 180 ribu per kilogram. Sementara di kawasan pantai Barat Aceh, harga daging mencapai Rp 200 ribu per kilogram. []