Konten Media Partner

Update Corona di Aceh 1 Mei: 11 Positif, 8 Sembuh, 86 PDP, dan 1.893 ODP

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruangan khusus penanganan pasien positif COVID-19 di RSUDZA Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ruangan khusus penanganan pasien positif COVID-19 di RSUDZA Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pemerintah Aceh kembali memperbarui data kasus terkait virus Corona atau COVID-19 pada Jumat (1/5). Angka positif COVID-19 di Aceh bertambah satu kasus, sehingga secara akumulatif menjadi 11 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, mengatakan satu kasus positif baru di Aceh pada hari ini ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan swab dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) oleh Balai Litbangkes Aceh di Lambaro, Aceh Besar.

"Tim Gugus Tugas COVID-19 Aceh kembali mencatat satu kasus baru positif COVID-19, yang menjadi kasus ke-11 di Aceh. Kasus ke-11 Aceh berinisial MAH, umur 19 tahun, laki-laki, asal Aceh Tamiang. Pada 30 April 2020 sore, hasil uji swab positif COVID-19 dengan sistem RT-PCR diterima Tim Kesehatan Gugus Tugas COVID-19 Aceh," ujar SAG dalam keterangannya.

kumparan post embed

SAG menyebut, MAH salah seorang santri di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur. MAH pulang ke Aceh Tamiang bersama para santri lainnya.

Di Aceh Tamiang, MAH diperiksa dengan rapid test oleh Tim Gugus Tugas COVID-19 Aceh Tamiang. Hasil rapid test tersebut menunjukkan reaktif. Selain hasil rapid test reaktif, MAH memiliki gejala pneumonia dan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19, sejak 24 April 2020.

SAG menjelaskan, MAH sempat tiga kali diambil sampel swab untuk diperiksa. Sampel swab pertama hasilnya positif, sampel kedua dan ketiga hasilnya negatif. Hanya saja, hasil pemeriksaan sampel pertama terlambat keluar akibat terlambat dikirimkan ke laboratorium.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Menurut SAG, meski MAH sudah dinyatakan negatif dari Corona, status positif COVID-19 itu tetap harus dilaporkan dan dicatat sebagai kasus ke-11 di Aceh. "Supaya data kumulatif positif COVID-19 di Aceh konsisten dan tidak bias. Selanjutnya, bila ada keluhan, ia bisa dirawat di RSUD Aceh Tamiang, yang juga rumah sakit rujukan COVID-19 di Aceh," sebutnya.

Lebih lanjut, SAG menyampaikan, adapun pasien lainnya yang dinyatakan sembuh pada hari ini yakni pria berinisial MS (47 tahun). MS dinyatakan sembuh setelah dua kali mendapat hasil swab yang negatif dari Balai Litbangkes Aceh pada 28 dan 30 April 2020.

"Insya Allah MS sudah bisa pulang dan mungkin dijemput pimpinannya," ujar SAG berdasarkan informasi dari tim medis RSUDZA Banda Aceh.

Per Jumat (1/5) pukul 15.00 WIB, kata SAG, dari 11 kasus positif COVID-19 di Aceh, sebanyak 2 orang dalam perawatan rumah sakit rujukan. Sementara yang sembuh sudah menjadi 8 orang, dan satu lainnya meninggal dunia pada 23 Maret lalu.

kumparan post embed

SAG menambahkan, angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh hingga saat ini berjumlah 1.893 orang. "Hari ini ada penambahan sebanyak 15 orang dibandingkan kemarin," sebutnya.

Ia merincikan, dari 1.893 ODP tersebut, sebanyak 1.621 telah selesai masa pemantauan, dan 272 orang lainnya masih dalam proses pemantauan.

"Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebagaimana dilaporkan sebelumnya, masih 86 orang. Rinciannya, 5 orang dalam perawatan, 80 sudah pulang dan sehat, satu kasus meninggal dunia," ujar SAG.