Konten Media Partner

Wajib Baca Al-Qur'an, Bakal Sanksi Pelanggar Protokol COVID-19 di Aceh

8 Agustus 2020 10:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim Gabungan menggelar razia masker di Banda Aceh pada Kamis (28/5/2020). Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Tim Gabungan menggelar razia masker di Banda Aceh pada Kamis (28/5/2020). Foto: Abdul Hadi/acehkini
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Warga Aceh yang tak mematuhi protokol kesehatan pencegahan virus corona akan dikenakan sanksi. Pemerintah Aceh saat ini tengah menggodok sanksi bagi warganya yang abai dalam mencegah penyebaran pagebluk. Salah satu bentuk hukumannya adalah wajib membaca Al-Qur'an.
ADVERTISEMENT
Sanksi itu rencananya akan termuat dalam Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh tentang Peningkatan Penanganan COVID-19 di Aceh.
Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, rancangan Pergub tersebut telah dipersiapkan dan akan disosialisasikan dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan Bupati atau Walikota se-Aceh, pada Selasa (11/8) mendatang.
"Bila ada masukan dari masyarakat dan stakeholders lainnya juga akan dipertimbangkan,” ujar SAG, kepada jurnalis, Sabtu (8/8).
SAG menjelaskan, rancangan Pergub itu nantinya akan mengatur sanksi administrasi dan sanksi sosial. Sanksi administrasi mulai berbentuk teguran lisan, teguran tertulis, hingga pencabutan izin usaha. Sementara bentuk sanksi sosial, seperti diwajibkan membaca Al-Qur'an.
“Berat-ringannya sanksi sangat tergantung pada tingkat pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan,” katanya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan pemberlakuan pembatasan sosial tertentu, seperti pemberlakuan jam malam, sebagaimana pernah diterapkan sebelumnya di Aceh. Namun, pemberlakuan pembatasan sosial seperti itu akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Komite Penanganan COVID-19 Pusat.
“Rencana menjatuhkan sanksi administrasi atau sanksi sosial ini mungkin tak disukai semua orang, namun Pemerintah Aceh harus melindungi masyarakat Aceh dari korban virus corona, yang ditularkan oleh mereka yang abai pada protokol kesehatan,” ujarnya.