Zona Oranye Corona di Aceh Berkurang, Zona Kuning Bertambah Jadi 4 Kabupaten

Jumlah daerah dengan risiko sedang penularan virus corona (COVID-19) atau zona oranye di Aceh mengalami penurunan pada pekan ini. Tercatat ada 19 kabupaten dan kota yang masuk dalam zona oranye, berkurang dari pekan sebelumnya sebanyak 22 daerah.
Sementara zona kuning atau zona risiko rendah peningkatan kasus corona di Aceh justru mengalami peningkatan. Jumlah zona kuning naik dari 1 kabupaten yakni Aceh Barat Daya pada pekan sebelumnya, kini menjadi 4 kabupaten/kota.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Rabu (6/1), sesuai hasil analisis data per 3 Januari 2021 oleh Satgas Penanganan COVID-19 Nasional. Ia menyebut empat daerah kabupaten di Aceh yang saat ini berstatus zona kuning meliputi Aceh Barat Daya, Bireuen, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.
"Kita mengucapkan selamat kepada Kabupaten Aceh Barat Daya yang kukuh mempertahankan statusnya sebagai zona risiko rendah peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir," ujar jubir yang akrab disapa SAG itu.
SAG mengatakan, Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tenggara, sempat terjatuh ke zona oranye berdasarkan hasil analisis data per 27 Desember 2020, setelah mendapat status zona kuning pada analisis data per 20 Desember 2020.
"Kita berharap ketiga kabupaten tersebut bisa naik ke zona hijau pada pekan depan bersama juara bertahan, Aceh Barat Daya. Kita juga mendorong 19 kabupaten/kota lainnya yang masih zona oranye untuk memperbaiki kondisi pandemi COVID-19 di daerahnya," sebutnya.
SAG menyebut, zona oranye bukan zona aman karena masih kategori risiko sedang penularan virus corona.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat harus bersinergi dan berkolaborasi dalam peperangan melawan pandemi COVID-19. Tim Satgas melakukan testing, tracing, dan treatmen untuk menemukan dan merawat penduduk yang terinfeksi virus corona. Sementara masyarakat mengikuti anjuran dan menjalankan protokol kesehatan dalam segala aspek kehidupannya sehari-hari.
"Tanpa kolaborasi yang sinergis antara pemerintah dan segenap lapisan masyarakat, kita akan kalah melawan makhluk yang tidak kasat mata, virus corona itu," kata SAG.
Masih Ada 794 Kasus Aktif
Lebih lanjut, SAG menambahkan, jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Aceh sudah mencapai 8.776 orang, terhitung sejak kasus positif pertama diumumkan pada 26 Maret 2020.
"Penderita COVID-19 yang dirawat saat ini 794 orang (kasus aktif), sudah sembuh sebanyak 7.627 orang, dan 355 orang meninggal dunia," sebutnya.
