Kumparan Logo

Cerita Laura Basuki sebagai Ibu dan Wanita Karier

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Foto Laura Basuki bersama suami dan anaknya. (Foto: Instagram @laurabas)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Laura Basuki bersama suami dan anaknya. (Foto: Instagram @laurabas)

Menjadi seorang ibu dan wanita karier, tentunya bukan hal yang mudah. Apalagi jika pekerjaannya berada di industri hiburan.

Aktris Laura Basuki saat ini sedang menjalani tugas sebagai ibu danaktris. Kendati sibuk, ia tetap mengurus buah hatinya, Owen Sanjaya, seorang diri, tanpa menggunakan jasa pengasuh anak alias babysitter.

Laura Basuki. (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Laura Basuki. (Foto: Munady Widjaja)

"Jadi aku hampir setiap hari ketemu Owen, aku jadi tahu banget dia. Misalnya dia lagi enggak enak badan atau lagi happy, jadi bisa lebih kenal dan enggak kehilangan momen," ucap Laura saat dijumpai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/5).

Baca Juga:

Laura Basuki Larang Anaknya Nonton Televisi Saat Makan

Carissa Puteri Ajarkan Anak Tentang Puasa sejak Usia Dini

Shireen Sungkar: Oh, Jadi Ibu itu Rasanya Kayak Gini

Awalnya, Laura memilih untuk tidak menggunakan jasa pengasuh bayi, karena merasa masih mampu menngurus bayi yang baru lahir. Tapi kelamaan, ia mulai menikmati perannya tersebut.

instagram embed

Meskipun mengaku sering merasa kelelahan mengurus puteranya sendiri, namun pemain film 'Haji Backpacker' tersebut bersyukur. Apalagi sang suami, Leo Sanjaya, selalu sigap membantunya kapanpun.

"Capek pasti. Apalagi sekarang Owen udah mulai lari dan berantakin barang. Kalau capek, biasanya aku gantian sama suamiku. Biasanya kalau capek, cuma tarik napas 10 menit, terus ketemu lagi, main lagi deh," jelasnya.

Laura Basuki. (Foto: Munady Widjaja)
zoom-in-whitePerbesar
Laura Basuki. (Foto: Munady Widjaja)

Laura juga bersyukur, saat melihat di luar sana banyak ibu yang menderita sindrom baby blues (depresi ringan setelah melahirkan). Namun ia tak merasakan hal tersebut. Support dari suami yang lagi-lagi membuat dirinya kuat.

"Enggak pernah sih (baby blues), katanya kan kalau baby blues itu karena enggak dapat support dari suami. Karena menyusui kan enggak mudah. Yang penting pas hamil itu kita banyak baca, karena hormon pasti berubah, dan yg penting lagi adalah support dari keluarga dan suami," tandasnya.