Tita dan Adit di 'Eiffel I'm in Love' Menuju Bioskop Februari 2018
15 September 2017 19:45 WIB
0
0
Konpers Film Eiffel I'm in Love 2Konpers Film Eiffel I'm in Love 2 (Foto:Munady Widjaja)
Kabar bahagia datang bagi penggemar tokoh Adit dan Tita dalam film 'Eiffel I'm in Love'. Setelah 13 tahun film pertama tayang, akhirnya rumah produksi Soraya Intercine Films kembali membuat sekuelnya yang berjudul 'Eiffel I'm in Love 2'.
Berbeda dari yang pertama, sekuel film ini ambil alih oleh salah satu sutradara ternama di Indonesia, yakni Rizal Mantovani.
"Eiffel I'm in Love adalah sebuah film drama yang sangat unik, dan memiliki jumlah penonton sangat besar. Dipercayakan kepada saya untuk menyutradarai film ini adalah sebuah kehormatan. Seru, dan saat syuting, saya belajar banyak," ungkap Rizal saat jumpa persnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9).
Rizal MantovaniRizal Mantovani (Foto:Munady Widjaja)
Proses syuting sudah selesai dilakukan di pertengahan tahun 2017 ini, tepatnya pada saat bulan Ramadhan lalu. Masih sama dengan film pertamanya, di film kedua ini juga masih mengambil lokasi di Jakarta dan Paris, Perancis.
Lalu, apa yang membedakan proses syuting film 'Eiffel I'm in Love 2' ini dengan film terdahulunya?
"Kalau nonton film Eiffel 1, waktu itu sih ini ya, saya masih baru, sudah pasti pendalaman juga masih baru. Baca skenario, secara pengembangan belum maksimal. Jadi, tiap nonton film yang lalu-lalu, saya selalu merasa ingin mengkritik diri gue sendiri," ucap Samuel Rizal selaku pemeran utama dalam film ini.
Hal senada juga diutarakan pemeran Tita, Shandy Aulia pada kesempatan yang sama. Ia mengaku pendalaman karakter pada saat film pertama syuting dengan yang kedua ini mengalami perbedaan.
"Kalau sekarang, sudah ada dasar karakternya, jadi tinggal mengembangkan aja. Karakter tetap seperti dulu ya, cuma lebih dewasa. Sifat dasarnya Tita tetap masih ada. Meskipun usia dia lebih dewasa, tapi sifat dasar tetap ada," ujar Shandy Aulia, pada kesempatan yang sama.
Shandy AuliaShandy Aulia (Foto:Munady Widjaja)
Rizal sendiri sebagai sutradara mengaku jika dirinya diberi kemudahan untuk mengarahkan para aktor dan aktris yang terlibat dalam film ini. Karena masing-masing dari mereka sudah memiliki dan paham dengan karakter yang sudah terbentuk dari 13 tahun yang lalu.
"Karakter sudah terbentuk. Mereka sudah tahu karakter mereka. Pada saat mereka melalui 13 tahun ke depan terjadilah perubahan. Karakter ini berkembang menjadi nilai plus. Tidak hanya melihat karakter yang dulu, tapi juga ada perkembangan karakter di sini," terang Rizal.
Soundtrack film masih menggunakan jasa Melly Goeslaw dan Anto Hoed seperti di film pertama.
"Kalau untuk soundtrack filmnya sendiri, ‎tetap menggunakan Melly dan Anto Hoed. Dari part satu, mereka sudah bisa menyatukan jiwa dan suara. Sulit rasanya kalau orang lain, nantinya malah bikin kita enggak merasakan feeling di dalamnya," jelas Sunil Soraya, selaku produser film.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: