Konten dari Pengguna

Kenapa AI Belum Siap Untuk Ditambahkan Pada Kurikulum Indonesia?

Adam Harlino

Adam Harlino

Seorang mahasiswa prodi Sistem Informasi dari Universitas Pamulang

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adam Harlino tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Artificial Intellegence (AI). Sumber: https://unsplash.com/photos/a-computer-chip-with-the-letter-a-on-top-of-it-eGGFZ5X2LnA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Artificial Intellegence (AI). Sumber: https://unsplash.com/photos/a-computer-chip-with-the-letter-a-on-top-of-it-eGGFZ5X2LnA

Beberapa waktu terakhir, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mewacanakan mata pelajaran Artificial Intellegence (AI) untuk ditambahkan ke kurikulum pendidikan SD, SMP, SMA, dan SMK mulai tahun ajaran 2025/2026. Alasannya adalah supaya anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bisa membuat teknologinya.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pembelajaran mengenai AI ini tidak wajib. Penerapannya disesuaikan dengan fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing sekolah. Akan tetapi, apakah Indonesia sudah siap untuk menambahkan mata pelajaran mengenai AI ini?

Jawabannya adalah belum. Indonesia masih belum siap untuk menambahkan mata pelajaran mengenai AI ke dalam sistem pendidikannya. Alasan utamanya adalah belum meratanya fasilitas pendidikan yang dimiliki oleh masing-masing sekolah. Terlebih lagi, mata pelajaran ini hanyalah mata pelajaran pilihan yang bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah. Hal ini akan memperparah kesenjangan antara sekolah yang memiliki fasilitas memadai dan sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai.

Sebaiknya, pemerintah terlebih dulu fokus terhadap pemerataan fasilitas pendidikan untuk semua sekolah di Indonesia sebelum menambahkan pembelajaran mengenai AI ini. Jika semua sekolah di Indonesia memiliki fasilitas yang memadai, maka pembelajaran mengenai AI bukannlah hal yang mustahil untuk diterapkan.