Konten dari Pengguna

Apa Arti Satuan Milimeter (mm) dalam Pengukuran Curah Hujan?

Ade Jaya Saputra

Ade Jaya Saputra

Dosen Teknik Sipil, Universitas Internasional Batam

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Jaya Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Ilustrasi Stasiun Curah Hujan, sumber: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Ilustrasi Stasiun Curah Hujan, sumber: freepik.com

Curah hujan adalah salah satu parameter penting yang digunakan dalam berbagai bidang, seperti hidrologi, pertanian, dan perencanaan infrastruktur. Ketika Anda melihat laporan cuaca, seringkali disebutkan curah hujan dalam satuan milimeter (mm). Namun, apakah Anda pernah bertanya-tanya apa sebenarnya arti satuan ini?

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa arti satuan milimeter dalam pengukuran curah hujan, bagaimana cara menghitungnya, serta pentingnya informasi ini bagi berbagai sektor. Mari kita telusuri lebih lanjut!

Satu milimeter (mm) hujan berarti air hujan yang turun di wilayah seluas satu meter persegi akan memiliki ketinggian satu milimeter jika air hujan tidak meresap, mengalir, atau menguap

Hujan diukur dalam satuan milimeter atau inci karena jumlah air yang dihasilkan hujan biasa paling sesuai untuk pengukuran tersebut.

Data curah hujan penting untuk perencanaan teknik, seperti sistem drainase, irigasi, bendungan, pelabuhan, dan dermaga.

Hujan di Indonesia dikategorikan menjadi: Hujan ringan (1–5 mm/jam), Hujan sedang (5–10 mm/jam), Hujan lebat (10–20 mm/jam), Hujan sangat lebat (>20 mm/jam). (sumber: www.bmkg.go.id)

Demikian informasi mengenai satuan curah hujan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi anda. Terimakasih.