Konten dari Pengguna

Klasifikasi Sungai: Dari Sungai Permanen Hingga Sungai Ephemeral

Ade Jaya Saputra

Ade Jaya Saputra

Dosen Teknik Sipil, Universitas Internasional Batam

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Jaya Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sungai, sumber: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sungai, sumber: freepik.com

Dalam dunia hidrologi dan teknik sipil, sungai dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek, salah satunya adalah pola alirannya. Pengelompokan ini membantu para ahli memahami perilaku sungai, dampaknya terhadap lingkungan, serta bagaimana memanfaatkannya secara berkelanjutan. Dua jenis sungai yang sering dibahas adalah sungai permanen dan sungai ephemeral.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang klasifikasi sungai. Mari kita telusuri bagaimana berbagai jenis sungai ini dalam sistem alam dan kehidupan manusia.

Sungai dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti sumber air, pola aliran, dan kestabilan debit airnya:

Berdasarkan sumber air

Sungai dapat diklasifikasikan menjadi sungai hujan, sungai gletser, dan sungai campuran:

  1. Sungai hujan: Airnya berasal dari hujan yang mengalir melalui mata air di hulu.

  2. Sungai gletser: Airnya berasal dari es atau salju yang mencair di pegunungan.

  3. Sungai campuran: Airnya berasal dari percampuran air hujan, air mata air, salju, atau gletser.

Berdasarkan pola aliran

Sungai dapat diklasifikasikan berdasarkan pola alirannya, seperti:

  1. Pola dendritik,

  2. Pola rektangular,

  3. Pola trellis,

  4. Pola radial sentripetal, dan

  5. Pola pinnate.

Berdasarkan kestabilan debit air

Sungai dapat diklasifikasikan menjadi sungai permanen, sungai periodik, sungai episodik, dan sungai ephemeral:

  1. Sungai permanen: Debit airnya relatif stabil sepanjang tahun.

  2. Sungai periodik: Debit airnya tergantung musim, yaitu banyak berkurang di musim kemarau dan penuh di musim penghujan.

  3. Sungai episodik: Debit airnya mengalir secara permanen hanya pada musim hujan, dan kering pada musim kemarau.

  4. Sungai ephemeral: Hanya berisi air saat hujan atau sesaat setelah hujan.

(Sumber: www.geografi.org)

Demikianlah pembahasan mengenai klasifikasi sungai, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Terimakasih.