Konten dari Pengguna

Masjid Iqro Sydney, Jejak Iman, Identitas, dan Persaudaraan Muslim Indonesia

Ade Tuti Turistiati

Ade Tuti Turistiati

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto. Alumni SSEAYP 89. Senang menulis tentang kisah perjalanan, budaya, pendidikan, dan masalah-masalah sosial dalam masyarakat. Hobi main pingpong dan membaca.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ade Tuti Turistiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Sydney, kota kosmopolitan dengan wajah multikultural, pengajian menjadi denyut nadi kehidupan spiritual komunitas muslim Indonesia. Banyak perantau Indonesia yang datang untuk menuntut ilmu, bekerja, hingga keluarga yang telah lama menetap di berbagai kota di Australia. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, diantaranya seperti dari Sumatra Barat, Jawa Timur, Riau, Jawa Barat, dan Jakarta. Pengajian hadir sebagai ruang untuk memperkuat iman, menambah ilmu, dan merawat rasa kebersamaan. Salah satunya pengajian muslimah yang diadakan oleh masjid Iqro Sydney.

Pengajian muslimah masjid Iqro Sydney. Sumber: Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Pengajian muslimah masjid Iqro Sydney. Sumber: Dokumentasi pribadi

Kehadiran masjid Iqro Sydney bermula dari kerinduan komunitas Islam Indonesia akan tempat untuk beribadah bersama dan merawat identitas keislaman di negeri kanguru. Mereka mengadakan pengajian secara bergantian dari rumah ke rumah atau aula sewaan. Namun, dengan semangat gotong royong, komunitas Islam Indonesia berhasil menghimpun dana dan membeli sebuah bangunan di 39 McCourt Street, Wiley Park, NSW 2195. Berbeda dengan masjid di Indonesia pada umumnya yang memiliki kubah, Masjid Iqro Sydney ini seperti bangunan rumah terdiri dari 2 buah bangunan yang relatif cukup besar. Ruangan pertama di depan untuk jamaah pria dan di belakangnya untuk muslimah.

Penulis di depan ruang masjid untuk muslimah. Sumber: Dokumen pribadi

Untuk menjaga keberlangsungan dan mengelola masjid yang professional, maka komunitas muslim Indonesia di Sydney mendirikan Iqro Foundation. Di tengah beragam budaya dan agama, umat Muslim Indonesia berusaha menghadirkan ruang yang bukan hanya untuk shalat, tetapi juga untuk berkumpul, belajar, dan saling menguatkan.

Kegiatan Masjid Iqro Sydney

Selain ibadah, masjid juga menjadi pusat pendidikan dan dakwah. Kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) untuk anak-anak, kajian rutin untuk remaja dan dewasa, serta pengajian muslimah rutin digelar. Untuk pengajian muslimah diadakan setiap hari Rabu yang dimulai sekitar jam 10 dan berakhir sebelum shalat Zuhur. Topik yang dibahas tidak hanya terkait tauhid, fiqih dan ritual keagamaan. Namun, dibahas juga topik tentang kesehatan dan parenting. Narasumbernya dari komunitas Islam Sydney bahkan pernah juga untuk pengajian umum mendatangkan narasumber dari Indonesia seperti UAS dan UAH. Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa karena masjid menggelar buka puasa bersama, shalat tarawih berjamaah, hingga itikaf di 10 malam terakhir.

Masjid ini hidup sepanjang pekan. Setiap Jumat, jamaah dari berbagai latar belakang-mahasiswa, pekerja, hingga keluarga diaspora berbondong-bondong memenuhi ruang shalat. Suasana hangat terasa, seakan membawa mereka kembali ke Tanah Air.

Menjaga Identitas di Negeri Multikultural

Bagi Muslim Indonesia di Sydney, masjid ini adalah jangkar identitas. Ia meneguhkan keimanan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya Nusantara. Tidak jarang, masjid menjadi lokasi perayaan hari besar Islam yang dikemas dengan nuansa khas Indonesia misalnya dengan hidangan ketupat-lebaran, hingga silaturahmi halal bi halal.

“Masjid Iqro tidak hanya terbuka untuk kalangan muslim Indonesia saja, tapi warga muslim dari berbagai negara seperti Malaysia, Pakistan, dll datang untuk shalat atau ikut kegiatan. Kami jamaah Indonesia menyambut mereka dengan senang hati dan menunjukkan bahwa Islam Indonesia adalah Islam yang toleran dan penuh harmoni.” ujar Humas pengajian Muslimah masjid Iqro, yang biasa dipanggil bu Hasrat. Ia perantau asal Sumatra Barat yang telah lebih dari 30 tahun menetap di Sydney.

Keberadaan masjid Iqro Sydney meneguhkan iman perantau Indonesia, menguatkan ikatan keluarga, dan sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia di tanah Australia.