Perempuan Kartini ala Gen Z: Bersinar, Tumbuh, dan Hadapi Batas.

Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Adhe Delfhia Agatha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, seringkali tantangan terbesar yang dihadapi adalah batasan yang dikenakan pada diri sendiri. Ini sering kali disebabkan oleh ketidakpercayaan diri, rasa takut akan kegagalan, atau bahkan persepsi terhadap peran gender dalam dunia kerja. Namun, perempuan di seluruh dunia semakin mengatasi batasan-batasan ini melalui pengembangan diri yang kuat dan partisipasi aktif dalam komunitas seperti Women Empower Women.
Pengembangan diri merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan pengembangan keterampilan, peningkatan kesadaran diri, dan peningkatan pemahaman tentang potensi individu. Dalam konteks Women Empower Women, ini berarti menantang dan mengatasi batasan-batasan yang mungkin telah diterima atau dipaksakan pada diri perempuan, baik itu dalam hal karier, keberhasilan, atau kontribusi terhadap masyarakat.
Kartini ala perempuan Gen Z saat ini merujuk pada pengembangan diri yang menjadi salah satu hal penting untuk menampilkan kemampuan menghadapi lingkungan, tak luput akan hal itu bahwa para perempuan juga akan merasa terhambat oleh rasa takut akan kegagalan. Mungkin mereka memiliki ambisi besar tetapi merasa tidak percaya diri untuk mengambil langkah-langkah besar dalam karier mereka karena takut gagal. Melalui partisipasi dalam program Women Empower Women, mereka memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan diri dan mengatasi ketakutan mereka. Melalui sesi mentoring, diskusi kelompok, dan dukungan dari komunitas, mereka belajar bahwa kegagalan adalah bagian alami dari proses pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan mengubah pandangan mereka tentang kegagalan, mereka mampu mengatasi batasan-batasan diri mereka dan meraih potensi penuh mereka.
Kartini tangguh juga melibatkan diri dalam pengembangan keterampilan baru dan peningkatan kesadaran diri. Misalnya, seorang perempuan mungkin merasa terbatas oleh keterampilan teknisnya dan merasa tidak yakin dalam menghadapi tantangan yang memerlukan keahlian khusus. Namun, melalui program Women Empower Women, mereka memiliki akses ke sumber daya dan pelatihan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan kualifikasi mereka. Dengan mengasah keterampilan baru, mereka dapat melebihi batasan-batasan yang sebelumnya menghalangi kemajuan mereka dalam karier.
Pentingnya pengembangan diri dalam mengatasi batasan-batasan perempuan tidak bisa diremehkan. Melalui komunitas Women Empower Women dan program serupa, perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang tidak hanya sebagai profesional, tetapi juga sebagai individu. Dengan mengatasi batasan-batasan diri mereka, mereka meraih potensi penuh mereka dan berkontribusi secara signifikan pada masyarakat dan dunia kerja yang lebih luas.
“Mengatasi Batasan Diri: Pengalaman Para Mentee dalam Komunitas Women Empower Women at Work”
Pada perjalanan profesional, para perempuan akan menghadapi batasan-batasan diri yang menghambat mereka untuk mencapai potensi penuh mereka. Namun, di dalam komunitas Women Empower Women at Work (WEWAW), para mentee mengalami perubahan paradigma yang memungkinkan mereka untuk melebihi batasan-batasan tersebut dan mengembangkan diri secara lebih luas.
Sebagai contoh nyata, pertimbangkan seorang profesional muda yang telah bergabung dengan WEWAW sebagai seorang mentee. Awalnya, dia mungkin merasa terbatas oleh ketakutan akan kegagalan atau keraguan akan kemampuannya sendiri. Namun, melalui partisipasi aktif dalam komunitas, dia mulai memperluas persepsi tentang apa yang bisa dicapai dan mulai menghadapi tantangan dengan keberanian yang lebih besar. Misalnya, dia mungkin berpartisipasi dalam proyek-proyek tim yang menuntut, yang memungkinkannya untuk menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan kreativitasnya. Dengan mendapatkan dukungan dan dorongan dari mentor dan sesama mentee, dia mengatasi ketakutannya dan mulai mengejar peluang-peluang yang mungkin sebelumnya dianggap terlalu berisiko.
Selain itu, komunitas WEWAW juga menyediakan lingkungan yang mendukung di mana para mentee merasa didorong untuk mengambil risiko dan mengembangkan diri mereka secara pribadi dan profesional. Misalnya, dalam sesi mentoring individu atau diskusi kelompok, para mentee mungkin mendapatkan umpan balik konstruktif yang memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi area-area di mana mereka dapat tumbuh dan berkembang lebih lanjut. Dengan menerima umpan balik ini secara positif dan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh, mereka mulai melampaui batasan-batasan diri yang mungkin telah mereka tetapkan sebelumnya.
Melalui pengalaman dalam komunitas WEWAW, para mentee belajar untuk memperluas batasan-batasan diri mereka dan mengadopsi sikap yang lebih proaktif dan percaya diri terhadap karier mereka. Mereka tidak hanya belajar untuk mengatasi ketakutan dan keraguan, tetapi juga untuk mengambil risiko dan mencari peluang baru untuk pertumbuhan dan kemajuan. Dengan demikian, komunitas WEWAW berfungsi sebagai tempat yang mendorong para perempuan untuk melebihi batasan-batasan diri mereka sendiri dan menggapai langkah-langkah yang lebih tinggi dalam kehidupan profesional mereka. [LW/RN/KA/AD]
Dear readers, buat kamu yang ingin bertumbuh dan mendapatkan kesempatan mentoring bersama, dibimbing dengan para mentor yang kompeten dibidangnya, mendapat pengalaman berbagi dengan banyak perempuan hebat di seluruh penjuru Indonesia, jangan lupa untuk mengunjungi akun sosial media WEWAW (@wewaw.id).
