Kumparan Logo

Cerita di Balik Lagu I Knew You Were Trouble Milik Taylor Swift

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taylor Swift  Foto: Daniel Cole/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Taylor Swift Foto: Daniel Cole/REUTERS

Lagu hit rilisan 2012, I Knew You Were Trouble, dikenal sebagai salah satu titik balik terpenting dalam transformasi musik Taylor Swift menuju ranah pop. Baru-baru ini sang penyanyi mengungkapkan bahwa lagu tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk menjadi trek bertempo cepat dengan sentuhan dubstep yang dinamis.

Dalam sebuah sesi tanya jawab di Grammy Museum, Los Angeles, Amerika Serikat, Swift membagikan kisah awal penciptaan lagu tersebut. Karya yang menjadi bagian penting dari album Red itu awalnya ditulis sebagai sebuah lagu balada sedih yang sangat lambat dan sunyi sebelum akhirnya mengalami perombakan aransemen secara drastis.

Saat berbicara dalam acara bertajuk Icon Sessions yang dipandu oleh CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., Swift mengenang proses kreatif di balik pembuatan I Knew You Were Trouble. Ia menjelaskan bahwa pada mulanya, lagu tersebut hanya memiliki iringan piano tanpa ada tambahan instrumen perkusi sama sekali. Swift berniat menyampaikan rasa patah hati yang mendalam lewat kesunyian melodi tersebut.

“Saya sangat bersemangat untuk membawanya ke studio dan saya memainkan lagu balada yang sangat, sangat sedih ini kepada mereka, lalu saya berkata bahwa menurut saya lagu ini sebaiknya tanpa drum saja,” ungkap Swift saat mengenang momen pertamanya menunjukkan demo lagu tersebut kepada Max Martin dan Shellback. Respons dari duo produser tersebut rupanya di luar dugaan Swift, yang kemudian mengubah arah aransemen lagu itu secara total.

Eksperimen Dubstep dari Duo Produser

Mendengar materi dasar yang dibawakan Swift, Max Martin dan Shellback justru melihat potensi lain yang lebih berani. Mereka mengusulkan sebuah ide ekstrem yang saat itu sedang populer di industri musik elektronik. “Bagaimana jika lagu ini dibuat menjadi dubstep?” tanya mereka kepada Swift, sebuah saran yang sempat membuat penyanyi tersebut ragu-ragu.

Penyanyi sekaligus penulis lagu asal AS Taylor Swift. Foto: Valerie Macon/ AFP

Meski sempat tidak yakin dengan usulan tersebut, Swift akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba formula baru. Ia menyadari bahwa tujuannya bekerja sama dengan produser pop papan atas adalah untuk mengeksplorasi kreativitasnya, bukan sekadar mengulang formula musik yang sama dengan album-album sebelumnya. Keputusan tersebut menjadi kunci lahirnya dinamika aransemen yang kontras antara lirik sedih dan ketukan musik yang menghentak.

“Bagaimanapun juga, itu berakhir menjadi hal terbaik untuk lagu tersebut,” pungkas Swift.

Langkah berani ini terbukti sukses di pasar musik global. I Knew You Were Trouble berhasil menempati posisi peringkat tiga pada debutnya di tangga lagu Billboard Hot 100 sebelum akhirnya mencapai posisi puncak di urutan kedua, sekaligus memperkokoh posisi Swift dalam peta musik pop dunia.