Neill Blomkamp Dikritik karena Rilis Film Pendek yang Dibuat dengan AI

Sutradara District 9 dan Gran Turismo, Neill Blomkamp, kembali menjadi sorotan. Namun kali ini bukan karena proyek film Hollywood terbarunya, melainkan sebuah film pendek berdurasi 13 menit berjudul Nightborne yang dibuat hampir sepenuhnya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Lewat proyek tersebut, Blomkamp memperkenalkan Barley Studios, rumah produksi barunya yang berfokus pada eksplorasi teknologi AI untuk pembuatan film. Nightborne disebut sebagai langkah awal untuk menguji sejauh mana kemampuan AI dalam menghasilkan karya sinematik, sekaligus menjadi batu loncatan menuju produksi film panjang.
Film Dibuat Menggunakan Model AI Seedance 2.0
Seluruh adegan dalam Nightborne dihasilkan menggunakan Seedance 2.0, model text-to-video besutan ByteDance. Meski demikian, proses produksinya tetap melibatkan manusia, mulai dari editor, concept artist, hingga puluhan aktor yang memberikan izin penggunaan wajah dan suara mereka sebagai referensi AI.
Cerita Nightborne mengambil latar konflik militer antara Amerika Serikat dan Suriah. Tokoh utamanya adalah seorang pilot militer yang mengalami kecelakaan helikopter hingga berada di ambang kematian. Dalam cerita tersebut, sang pilot kemudian dijadikan bagian dari sebuah proyek rahasia pemerintah yang mengubah tentara yang telah mati otak menjadi prajurit zombie yang dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk kembali bertempur.
Dari sisi visual, Nightborne memang tampil lebih halus dibanding banyak video AI yang beredar di internet. Namun berbagai keterbatasan teknologi masih terlihat jelas.
Film ini tersusun dari potongan-potongan video yang sangat singkat, sehingga editing harus dilakukan dengan banyak perpindahan adegan agar cerita tetap mengalir. Selain itu, terdapat sejumlah detail yang dinilai mengganggu, seperti tulisan latar yang tidak terbaca, ekspresi karakter yang terasa kaku, hingga dialog yang terdengar kurang natural.
Kondisi tersebut membuat banyak penonton merasa film ini belum mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang setara dengan produksi film konvensional.
Menuai Respons Negatif
Alih-alih menuai pujian atas eksperimen teknologinya, Nightborne justru memicu banyak kritik di media sosial. Sejumlah penonton menilai film tersebut kehilangan sentuhan kreatif khas Neill Blomkamp yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya seperti District 9, Elysium, dan Chappie.
Banyak pula yang menganggap penggunaan AI generatif dalam proyek ini menghasilkan film yang terasa kurang hidup dan minim emosi, meskipun secara teknis menunjukkan kemajuan dibanding video AI pada umumnya.
Meski demikian, Blomkamp tetap memandang Nightborne sebagai eksperimen penting. Ia menyebut film pendek tersebut sebagai "titik awal" untuk mengeksplorasi kemungkinan memproduksi film layar lebar yang dibuat dengan bantuan AI di masa mendatang.
